Padang, Sinyalgonews.com,–Akun WhatsApp Camat Bungus Teluk Kabung di hacker oleh oknum tak bertanggungjawab. No WhatsApp yang selama ini dipakai untuk berkomunikasi telah dipakai oleh oknum tersebut untuk kepentingan pribadinya. Melalui no WhatsApp tersebut oknum tersebut mencoba melakukan penipuan dengan modus meminjam uang karena kartu ATM nya tiba-tiba macet.
Camat Bungtekab Harnoldi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah sekali pun mengirim pesan terkait peminjaman uang kepada siapapun.
Dalam sebulan terakhir, Camat Harnoldi
banyak menerima pesan terusan berupa bukti-bukti modus penipuan tersebut. Dalam tangkapan layar yang diterima, nomor WhatsApp +62 822-8815-1582 yang selama dipakai oleh camat untuk berkomunikasi, ternyata telah dipakai untuk menipu seperti meminjam uang.
“Terakhir saya dapat kiriman screenshot chat nomor hp saya dengan pimpinan Sinyalgonews.com, bapak Marlim” ujar Camat. Dalam chatting tersebut, di oknum meminjam sejumlah uang kepada bapak Marlim dengan alasan kartu ATM nya terblokir.
“Kami minta, kalau ada yang menerima pesan seperti itu, agar jangan dilayani sama sekali. Jika perlu, segera laporkan kepada pihak yang berwajib. Sebab, ini jelas penipuan. Saya tidak mungkin secara teknis mengirim pesan-pesan seperti itu secara langsung. Oleh karena itu, kami minta diabaikan saja,” ujar Camat lagi.
Sebagai langkah tindak lanjut atas maraknya penipuan yang mengatasnamakan dirinya tersebut, Harnoldi mengaku pihaknya segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk melacak dan memburu keberadaan pengguna akun WA tersebut. Sebab, perbuatan yang dilakukan jelas merupakan tindakan kriminal dengan modus penipuan.
“Kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melacak dan memburu para pelaku penipuan ini. Akan kita lacak dan kita buru sampai dapat. Sebab, ini jelas meresahkan dan menimbulkan masalah. Sembari itu, kami minta seluruh masyarakat untuk tidak melayani bentuk pesan berkedok penipuan dalam bentuk apa pun, yang mengatasnamakan diri sebagai Camat Bungus Teluk Kabung” ujar Harnoldi mengakhiri.
(****)