Paninjauan, Solok, Sinyalgonews.com,– Sebuah kejadian memilukan menimpa usaha budidaya lebah AviaBeeFarm.id milik seorang pengusaha lokal berinisial D, setelah mendapati seluruh koloni lebah galo-galo miliknya hancur berkeping pada Rabu sore, 28 Mei 2025.

Pengusaha D awalnya bermaksud melakukan panen rutin lebah madu galo-galo—jenis lebah tanpa sengat yang mulai populer karena kualitas madunya yang tinggi. Namun, sesampainya di lokasi, ia dibuat tertegun sekaligus terpukul melihat seluruh kotak koloni lebah telah hancur total dan lebah-lebahnya hilang entah ke mana.
Pengusaha bersama rekannya berinisial R yang juga menjadi saksi saat melihat semua koloni koloni hancur berkeping2. Mereka mencari satu-satu apakah masih ada yang bersisa. Namun semua kotak atau koloni sudah tidak bisa di selamatkan.
“Semuanya porak-poranda. Kotak-kotaknya dihancurkan, lebahnya pun lenyap. Ini bukan serangan hewan, ini jelas kerjaan tangan manusia,” ujar D dan R dengan suara berat, menahan kecewa.
Lebah galo-galo bukan jenis lebah biasa. Proses budidayanya memerlukan waktu panjang, kesabaran tinggi, dan perawatan telaten. Menurut D, koloni yang ia rawat itu sudah berumur lebih dari 3 tahun, dan menjadi aset penting dalam pengembangan ekowisata madu alami di kawasan Paninjauan.
Kerugian yang diderita D tak hanya bersifat materi. Menurut perhitungan awal, nominal kerusakan ditaksir mencapai Rp6,5 juta lebih, namun beban emosionalnya jauh lebih dalam.
“Saya bangun usaha ini dari nol. Di bawah terik matahari, hujan, saya rawat sendiri. Sekarang tinggal puing-puing. Hancur hati saya,” kata D lirih.
D meyakini, kejadian ini bukan karena faktor alam. Dugaan kuat mengarah pada tindakan pengrusakan yang disengaja oleh oknum tak dikenal (OTK). Namun, hingga kini, identitas pelaku masih misteri.
“Saya tidak bisa menuduh siapa pun. Tapi saya harap pihak nagari dan Polsek mau membantu mengusut tuntas. Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang rasa aman kita bersama,” lanjutnya.
Pengusaha itu juga menyampaikan keprihatinan atas kondisi keamanan di nagari Paninjauan. Ia mempertanyakan, apakah wilayah mereka benar-benar aman, jika usaha mikro seperti miliknya bisa dihancurkan dengan mudah, tanpa jejak pelaku.
“Kalau ini bisa terjadi ke saya, bukan tak mungkin bisa terjadi ke petani lain, peternak lain. Harus ada tindakan nyata,” tegasnya.
Meski kecewa berat, D menyatakan dirinya ikhlas, dan tak ingin memperpanjang luka. Namun ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang kepada pelaku usaha lain di Paninjauan maupun daerah sekitar.
Sebagai langkah awal, D berencana untuk menghubungi Bhabinkamtibmas Nagari Paninjauan agar penyelidikan dapat segera dilakukan. Ia berharap keberadaan petugas di lapangan bisa membantu memulihkan rasa aman warga dan pelaku UMKM lokal.
“Saya tahu aparat kita juga punya keterbatasan, tapi saya percaya, kalau masyarakat dan aparat bersatu, kita bisa temukan titik terang,” tambahnya.
Sementara itu, pihak AviaBeeFarm.id menyampaikan bahwa meskipun kehilangan besar terjadi, mereka tidak akan menyerah. Mereka tetap akan melanjutkan usaha budidaya lebah, karena cinta terhadap alam dan semangat untuk membangun ekonomi nagari tak boleh padam hanya karena satu tragedi.