• Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • International
  • Peristiwa
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Agama
  • Kesehatan
  • Infrastruktur
  • Loker
Portal Berita Unggulan > Blog > Nasional > Susu Tumpah di Negeri Susu: Ketika Ritual Menampar Realita Oleh: Amirul Irfansyah
NasionalNewsPendidikan

Susu Tumpah di Negeri Susu: Ketika Ritual Menampar Realita Oleh: Amirul Irfansyah

editor
Last updated: 01/06/2025 16:27
editor
411 Views
Share
5 Min Read
SHARE

Padang, Sinyalgonews.com,--Beberapa waktu lalu, jagat maya digemparkan oleh tayangan warga Pasuruan, Jawa Timur, yang mandi susu dalam sebuah prosesi adat. Susu segar, yang di banyak tempat merupakan simbol kesejahteraan dan asupan bergizi, justru disiram ke tubuh orang dewasa dalam upaya meraih berkah dan keberuntungan. Sementara itu, di sudut-sudut negeri, masih banyak anak-anak yang perutnya mengerut karena kekurangan zat gizi esensial.

Pemandangan itu tak sekadar menggambarkan ironi sosial. Ia membuka luka lama dalam rantai produksi pangan kita: betapa absurdnya sistem tata niaga susu di negeri yang dulu dielu-elukan sebagai kolam susu, sebagaimana dinyanyikan Koes Plus. Di tanah yang katanya subur makmur, para peternak justru harus membuang hasil panennya karena tak tertampung industri.
Paradoks di Sentra Susu
Pasuruan bukan daerah sembarangan dalam kontribusi produksi susu nasional. Namun ironisnya, peternak setempat mengaku lebih sering dirugikan daripada diuntungkan. Harga susu sapi segar mereka hanya dihargai Rp4.000 hingga Rp5.000 per liter—angka yang bahkan belum menutup biaya operasional harian. Kontrak yang terjalin bertahun-tahun dengan pihak industri pun kian rapuh. Sejak September 2024, distribusi tersendat dengan dalih kuota terbatas dan kerusakan mesin. Sebagian besar peternak kecil hanya bisa pasrah.
Tak sedikit yang akhirnya membuang hasil panen. Bukan karena kualitas susu buruk, tapi karena tidak ada yang menampung. Sementara industri besar tetap mengimpor susu bubuk dari luar negeri dengan alasan efisiensi produksi. Dalam skema ini, peternak lokal seolah menjadi pion yang bisa dikorbankan kapan saja.
Antara Anak Kurus dan Janji Negara
Data stunting nasional yang masih bertengger di atas 20% seharusnya menjadi alarm serius bagi pengambil kebijakan. Ironisnya, ketika negeri ini berlimpah susu yang tak terserap, justru anak-anak di pelosok masih kekurangan nutrisi. Pemerintah memang sering menyuarakan program susu gratis, tapi implementasinya bak gema di ruang kosong—nyaring di permukaan, hampa di akar rumput.
Program-program gizi bersifat jangka pendek dan tidak terintegrasi dengan upaya mendorong produksi lokal. Distribusi gizi yang tidak merata menjadi cermin bahwa kita belum berhasil membangun fondasi ketahanan pangan yang merata. Bahkan, bisa dikatakan negara gagal menjadi penghubung antara peternak yang kelebihan pasokan dan masyarakat yang kekurangan asupan.
Ketimpangan yang Diabaikan
Ada yang janggal dalam narasi besar ketahanan pangan nasional. Pemerintah sering beralasan bahwa impor adalah keniscayaan karena produksi dalam negeri tidak mencukupi. Namun realitas di lapangan membantahnya. Ketika susu lokal dibuang karena tak terbeli, sementara industri justru mendatangkan pasokan dari luar negeri, artinya ada masalah serius dalam orientasi kebijakan.
Peternak lokal merasa terasing di tanah sendiri. Mereka kerap dianggap sekadar pemasok, bukan mitra strategis dalam ekosistem pangan. Tidak adanya jaminan harga dasar, lemahnya posisi koperasi peternak, serta minimnya insentif untuk industri yang menyerap produksi lokal membuat ketimpangan semakin lebar. Negara seolah hadir hanya di baliho kampanye, bukan di kandang sapi dan dapur rakyat.
Arah Ulang Kebijakan Pangan
Pemerintah perlu mengambil sikap lebih dari sekadar retorika. Peningkatan konsumsi susu nasional harus sejalan dengan keberpihakan pada produksi lokal. Industri harus didorong—bahkan diwajibkan—untuk menyerap hasil peternak rakyat. Koperasi perlu diperkuat dengan modal, akses pasar, dan pelatihan manajemen distribusi.
Lebih jauh, sistem distribusi gizi harus dipikirkan secara menyeluruh—dari peternak, pengepul, hingga konsumen akhir. Negara tak boleh lagi hanya bertindak sebagai penonton di tengah pertarungan pasar yang tidak adil. Jika tidak, ketimpangan ini hanya akan terus berulang, dan generasi mendatang tetap tumbuh dalam kekurangan.
Penutup: Negeri Susu yang Kehilangan Rasa
Susu yang mestinya menyambung hidup malah dibuang ke tanah. Anak-anak kurus tetap menanti asupan bergizi, sementara peternak putus harapan. Dalam negara yang mengklaim diri sebagai tanah subur nan kaya, realitas ini menjadi tamparan keras. Jika negara terus sibuk membuat program tanpa keberpihakan nyata, jangan salahkan rakyat jika mereka akhirnya bertanya: susu untuk siapa?

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas

You Might Also Like

*MACET TOTAL DI SITINJAU LAUIK, MOTOR SAJA SULIT MELINTAS*
Anak Nagari Mudiak Memang Tidak Ada Habisnya? Calon Doktor Muda dari Nagari Guguak VII Koto Laras Sukma Sucitra, S.PT
Mahyeldi : Literasi Keuangan Syariah Jadi Benteng Generasi Muda Hadapi Pinjol dan Investasi Ilegal
Kamis Besok, Seluruh Istri KDH Akan Dilantik di Auditorium Gubernuran
Penipuan Secara Online Kembali Marak di Kota Padang. Waspadalah!!
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Koperasi Merah Putih Nagari Lingkuang Aua Bandarajo Terbentuk
Next Article Kerbau Perah dan Emas Putih Nusantara: Refleksi di Hari Susu 2025 Oleh: Dia Rafika Duri
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Latest News

Carut Marut Dunia Pendidikan Kota Padang Ketua DPW REPRO Sumbar Roni Bose Angkat Bicara
Daerah News Pendidikan Sumbar
30/06/2026
Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Moral dan Penguatan Akidah Akhlak sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Menyimpang di Sekolah Dasar
Daerah News Opini
30/06/2026
Nelayan Padang Pariaman Hadapi Kendala BBM Bersubsidi dan Alat Tangkap, Berharap Perhatian Pemerintah
Daerah News Peristiwa Sumbar
30/06/2026
Dari Pasar Rakyat hingga Pelosok Negeri, Sentuhan Kepedulian Polda Riau Hadir di Hari Bhayangkara ke-80
Daerah News Peristiwa Polri
30/06/2026

You Might also Like

DaerahNasionalNews

Safari Ramadhan di Masjid Raya Bukik Sileh, Gubernur Mahyeldi Ingatkan Para Orang Tua agar Menyiapkan Generasi yang Tangguh

18/03/2024
332 Views
NasionalNewsPolitik

Gubernur Mahyeldi: Media Sahabat Pemerintah dan Penjembatan Aspirasi Rakyat

18/09/2025
247 Views
HukumNasionalNews

Bareskrim Polri Sita Aset Milyaran Terkait Judol

12/11/2024
273 Views
NasionalNewsPeristiwa

POLANTAS HADIR DI POSKAMLING DAN DI AJAK NGOPI BARENG WARGA, COOLING SYSTEM DALAM RANGKA PILKADA SERENTAK 2024

30/09/2024
282 Views

SinyalGoNews.com © 2024 All rights Reserved. made with ❤️ by Xweb.co.id

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?