PASAMAN BARAT, Sinyalgonews.com,—Tren penggunaan kendaraan listrik kian menjamur di tengah masyarakat, termasuk di kawasan Jorong Sontang, Nagari Ranah Malintang, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat. Namun di balik tren ramah lingkungan ini, muncul kekhawatiran terkait penggunaan sepeda motor listrik oleh anak-anak di bawah umur yang kian marak tanpa pengawasan orang tua.
Beberapa warga melaporkan banyaknya anak-anak usia sekolah dasar dan menengah yang bebas menggunakan motor listrik di jalan-jalan kampung. Meski tampak praktis dan tidak berisik, kendaraan ini tetap membawa risiko tinggi, terutama bagi pengendara yang belum cukup umur secara mental dan fisik.
“Banyak orang tua belum menyadari bahwa anak-anak belum siap untuk mengendalikan kendaraan, walaupun itu motor listrik. Risiko kecelakaan tetap besar,” ujar salah satu warga Jorong Sontang yang prihatin dengan kondisi ini.
Penting diketahui, sesuai Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), batas usia minimal pengendara kendaraan bermotor, termasuk motor listrik, adalah 17 tahun dan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Maka dari itu, praktik penggunaan oleh anak-anak jelas melanggar aturan hukum dan membahayakan keselamatan.
Risiko yang Mengintai dan Langkah Pencegahannya:
Untuk mencegah kejadian tak diinginkan, sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati keselamatan jalan raya memberikan imbauan penting:
-
Gunakan Perlengkapan Keselamatan Secara Lengkap
Helm berstandar SNI, jaket pelindung, sarung tangan, dan sepatu tertutup wajib digunakan saat berkendara, termasuk oleh pengguna motor listrik. -
Awasi Pengisian Daya Baterai
Baterai motor listrik harus diisi di tempat aman, sesuai petunjuk pabrikan. Hindari modifikasi berlebihan yang dapat memicu korsleting. -
Edukasi Etika Berlalu Lintas Sejak Dini
Orang tua harus mengajarkan anak tentang rambu lalu lintas, batas kecepatan, dan sopan santun di jalan raya, tanpa membiarkan mereka langsung terjun ke jalan dengan kendaraan.
Pak Asirman: Kampanye Keselamatan Harus Terus Digalakkan
Pak Asirman, salah satu tokoh masyarakat di Nagari Ranah Malintang, menegaskan perlunya edukasi terus-menerus untuk masyarakat terkait keselamatan berkendara, khususnya dengan motor listrik.
“Kami terus mengampanyekan pentingnya keselamatan sejak usia dini. Jangan anggap motor listrik lebih aman hanya karena suaranya kecil. Risiko tetap besar jika digunakan tidak sesuai aturan,”ujarnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk menanamkan kebiasaan #Cari_Aman saat berkendara, dan berharap orang tua tidak memfasilitasi motor listrik kepada anak di bawah umur.
( FZ )