Agam , Sinyalgonews.com,— Dalam upaya membuka akses kerja ke luar negeri bagi generasi muda di nagari, Pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kamisato Gakuin Centre, Mat Afriandi Rajo Sati, S.Pd.I, melakukan kunjungan resmi ke Kantor Wali Nagari Tiku Selatan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kunjungan yang berlangsung hangat ini bertujuan untuk menjalin kerja sama antara LPK Kamisato dan pemerintah nagari dalam memfasilitasi anak-anak muda Tiku Selatan agar dapat bekerja atau melanjutkan studi ke Jepang. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam menjawab tantangan pengangguran dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat nagari.
Dalam pertemuan tersebut, Mat Afriandi menyampaikan bahwa LPK Kamisato telah memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan pelatihan bahasa Jepang sekaligus menjadi fasilitator resmi bagi pemuda-pemudi Indonesia yang ingin meniti karier atau pendidikan di Jepang. Dalam program ini, peserta tidak hanya dilatih secara intensif bahasa Jepang selama 6–8 bulan, tetapi juga didampingi hingga mendapatkan sertifikat JLPT (Japanese Language Proficiency Test) level N4, yang merupakan syarat dasar untuk bisa bekerja di Jepang.
“Kami hadir ke Tiku Selatan dengan niat tulus untuk membuka jalan bagi anak-anak muda di sini agar bisa bekerja atau menempuh studi ke Jepang. Kami tidak hanya melatih, tapi benar-benar mendampingi peserta sampai mereka berangkat ke Jepang dan mendapatkan pekerjaan yang layak di sana,” jelas Mat Afriandi dalam sambutannya.
Menurutnya, program kerja ke Jepang ini bukan sekadar janji manis. Semua prosesnya legal dan terstruktur, serta dilakukan sesuai dengan prosedur dari lembaga resmi baik di Indonesia maupun di Jepang.
Wali Nagari: Program Ini Bisa Ubah Wajah Ekonomi Tiku Selatan
Sementara itu, Wali Nagari Tiku Selatan, Ismardi, menyambut kunjungan ini dengan sangat antusias. Ia mengaku bersyukur dan bangga karena LPK Kamisato memilih Tiku Selatan sebagai mitra dalam program pemberdayaan pemuda ini.
“Ini adalah program yang sangat luar biasa. Dengan adanya kerja sama ini, pemuda-pemudi kita punya peluang lebih luas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak di luar negeri. Selain bisa menekan angka pengangguran, tentu ini juga bisa berdampak besar pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Ismardi.
Ia menambahkan, saat ini banyak pemuda di Tiku Selatan yang memiliki semangat kerja tinggi, namun sering terkendala minimnya akses dan informasi untuk bisa bekerja di luar negeri secara legal. Maka dari itu, menurutnya, kehadiran LPK Kamisato merupakan angin segar yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
Bahkan, Ismardi berkomitmen untuk mendukung penuh program ini, termasuk menyiapkan alokasi anggaran dari dana desa guna meringankan biaya pelatihan bagi calon peserta yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“InsyaAllah, untuk program ini akan kita bantu melalui dana desa. Ini bentuk komitmen kami dalam memberikan peluang kerja yang lebih baik bagi masyarakat. Program ini akan segera kita sosialisasikan ke seluruh jorong, agar semua warga tahu dan bisa ikut mendaftar,” tegasnya.
Program Unggulan Berbasis Desa
Dengan terjalinnya kemitraan antara LPK Kamisato dan pemerintah Nagari Tiku Selatan, diharapkan akan lahir model kolaborasi yang bisa ditiru oleh nagari-nagari lain. Sebab program pelatihan dan pengiriman tenaga kerja ke Jepang tidak hanya menjadi solusi jangka pendek terhadap pengangguran, tetapi juga akan menciptakan generasi muda yang memiliki kemampuan bahasa asing, etos kerja internasional, serta pengalaman kerja global.
LPK Kamisato juga membuka pintu bagi pemerintah nagari, organisasi pemuda, dan lembaga pendidikan yang ingin menjalin kerja sama serupa demi masa depan anak bangsa yang lebih baik.
“Kami siap datang ke nagari mana pun yang ingin bekerja sama. Karena kami percaya, perubahan besar itu dimulai dari desa-desa seperti ini,” tutup Mat Afriandi penuh harap.
( Marlim )