50 Kota, Sumatera Barat , Sinyalgonews.com,– 30 Juli 2025
Sebanyak 300 orang tua siswa kelas X SMAN 1 Lareh Sago Halaban memadati aula sekolah dalam seminar parenting bertajuk “Parenting Skill: Membersamai Anak Belajar di Rumah”, yang disampaikan langsung oleh Tarmizi, motivator nasional peraih Rekor MURI Dunia sebagai pembicara di provinsi terbanyak.
Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini bukan sekadar seminar biasa. Materi yang dibawakan Tarmizi membakar semangat para orang tua dan membuka mata tentang pentingnya peran mereka dalam pendidikan anak, khususnya dalam era digital yang penuh tantangan saat ini.
Sinergi Rumah dan Sekolah: Anak Butuh “Tungku Sajarangan”
Dalam pemaparannya, Tarmizi menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara tiga elemen penting: orang tua, pihak sekolah, dan lingkungan sekitar, yang ia sebut sebagai “tungku sajarangan”.
“Kalau salah satu tungku ini goyah, maka proses pendidikan anak juga akan pincang. Orang tua, guru, dan lingkungan harus saling dukung dan saling menyambung dalam membentuk karakter anak,” tegas Tarmizi.
Ia juga menggarisbawahi bahwa pendidikan sejati bukan hanya soal nilai akademik, tapi juga bagaimana orang tua bisa mendampingi anak dalam membangun mental tangguh, karakter kuat, dan tujuan hidup yang jelas.
HP: Pintu Masuk “Racun Tak Terlihat” ke Rumah Kita
Salah satu bagian paling menyentuh dan menggelitik dari seminar ini adalah saat Tarmizi membahas bahaya penggunaan handphone tanpa pengawasan. Ia menyebut gawai sebagai “penyusup modern yang masuk tanpa izin ke kamar anak kita.”
“Artis Barat, Korea, India—mereka masuk ke rumah kita tanpa salam, langsung ke dalam pikiran anak. Mereka membawa budaya asing, gaya hidup bebas, dan konten yang seringkali merusak. Tugas kita, orang tua, adalah menjadi pagar di pintu rumah itu,” ucapnya lantang.
Tarmizi mengajak para orang tua untuk tidak sekadar memberi HP ke anak, tetapi juga mendampingi, membatasi, dan mengawasi. Ia menekankan pentingnya membuat jadwal penggunaan gadget, membatasi akses aplikasi, dan mengarahkan anak untuk mengisi waktu dengan aktivitas produktif.
Anak Adalah Aset Dunia dan Akhirat
Dalam bagian akhir materi, Tarmizi menegaskan bahwa anak adalah investasi akhirat, bukan sekadar pewaris dunia.
“Kalau kita didik anak kita dengan benar, maka kita tidak akan repot di masa tua. Anak yang baik akan menjaga kita, mendoakan kita, bahkan menjadi penolong di akhirat kelak. Tapi kalau kita abai, anak bisa jadi fitnah dunia yang menghancurkan segalanya,” ujarnya penuh makna.
Oleh karena itu, Tarmizi mengajak para orang tua untuk menyusun jadwal belajar, jadwal ibadah, serta target masa depan anak sejak dini. Menurutnya, orang tua adalah “manajer kehidupan” anak sebelum anak itu bisa memanaj dirinya sendiri.
Dukungan Penuh dari Kepala Sekolah dan Harapan untuk Sekolah Lain
Kegiatan yang sangat inspiratif ini mendapat dukungan penuh dari Kepala SMAN 1 Lareh Sago Halaban, Masdal Fitri, yang secara resmi membuka seminar.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup di sekolah saja. Orang tua harus ikut ambil bagian aktif dalam proses pembinaan karakter anak. Seminar ini adalah salah satu jembatan untuk menyatukan visi kita demi masa depan anak-anak,” tutur Masdal Fitri dalam sambutannya.
Masdal juga menyatakan bahwa kegiatan serupa akan menjadi agenda rutin di sekolah, karena terbukti menambah wawasan dan kedekatan emosional antara orang tua, guru, dan peserta didik.
Peserta: Seminar yang Membuka Mata dan Menyentuh Hati
Banyak orang tua mengaku tersentuh dan tercerahkan setelah mengikuti seminar. Beberapa bahkan menyebut ini sebagai momen titik balik untuk memperbaiki pola asuh yang selama ini kurang tepat.
“Ternyata banyak yang kami salahkan ke anak, padahal kami sendiri yang kurang hadir dalam proses belajarnya di rumah,” ujar salah satu orang tua siswa sambil menyeka air mata.
( Mat )