Lunto Barat, Sawah Lunto, Sinyalgonews.com – Yayasan Waqaf Arrahmah Sumatera Barat bersama Komunitas Songket Silungkang Karya (SiSKA)menggelar pelatihan pemberdayaan masyarakat pengrajin tenun songket Silungkang di Aula PAUD Lunto Barat, Minggu (14/9/2025).

Dengan mengusung tema “Model Pemberdayaan Masyarakat Tenun Songket Silungkang melalui E-Module Berbasis Google Sites untuk Kearifan Lokal”, kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang mayoritas adalah perempuan pengrajin songket rumahan.
Pelatihan berlangsung penuh antusias, sekaligus menjadi wadah untuk menyerap aspirasi para pengrajin agar songket Silungkang tetap lestari sekaligus mampu menembus pasar modern.
Acara menghadirkan tiga narasumber dengan bidang keilmuan yang saling melengkapi:
-
Seprian Ilham, M.Pd – Dosen Arrisalah sekaligus lulusan bidang teknologi pendidikan. Ia memaparkan pentingnya pemanfaatan e-module dan strategi marketing digital agar songket Silungkang tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu dipasarkan secara daring.
-
Firimonalisa, S.Kep – Praktisi sosial yang membakar semangat peserta dengan materi motivasi kerja dan pemberdayaan perempuan. Ia menekankan bahwa pengrajin harus percaya diri dalam menampilkan karya, karena songket Silungkang adalah warisan budaya berkelas dunia.
-
Novri Hardian, M.A – Mahasiswa doktoral Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung, yang membahas soal modal usaha, strategi pemasaran, serta reedukasi generasi muda agar regenerasi pengrajin tidak terputus.
Ketua Pelaksana Hermita menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Yayasan Waqaf Arrahmah untuk terus bersinergi dengan komunitas SiSKA dalam memperkuat kapasitas pengrajin songket Silungkang.
“Pelatihan ini bukan hanya soal teknik produksi, tapi juga tentang bagaimana pengrajin bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan jati diri dan kearifan lokal Silungkang,” ujarnya.
Yayasan Arrahmah berharap, dengan adanya pelatihan berbasis teknologi, songket Silungkang mampu merambah pasar lebih luas, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengrajin yang selama ini bekerja dari rumah.

Songket Silungkang dikenal sebagai salah satu warisan budaya Minangkabau yang sarat nilai sejarah. Namun, tantangan globalisasi dan perubahan gaya hidup membuat regenerasi pengrajin serta pemasaran produk tenun tradisional ini menghadapi ancaman serius.
Melalui pelatihan ini, para pengrajin tidak hanya diberi bekal keterampilan teknis, tetapi juga strategi modern agar produk songket tetap relevan, bernilai tinggi, dan mampu bersaing di pasar global.
( Mat )

