Padang, 29 Oktober 2025.
Sinyalnewsgo.com.— Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dunia musik Minang hari ini kehilangan salah satu sosok paling berpengaruhnya. Agusli Thaher, penggubah lagu legendaris Diseso Bayang dan Rinai Pambasuah Luko, serta pendiri studio rekaman Pitunang Record, telah berpulang ke rahmatullah pagi ini di RS M. Djamil Padang. Kabar ini meninggalkan duka mendalam bagi para musisi, penggemar, dan masyarakat yang mengenal almarhum.
Maestro Musik Minang yang Tak Tergantikan
Agusli Thaher dikenal sebagai musisi yang mencintai budaya Minangkabau dan senantiasa melestarikan musik daerah melalui karya-karyanya. Lagu-lagu ciptaannya sarat nuansa Minangkabau, menceritakan kisah, tradisi, dan emosi masyarakat, sehingga mampu menyentuh hati pendengar lintas generasi. Diseso Bayang dan Rinai Pambasuah Luko menjadi bukti nyata kontribusinya yang besar dalam sejarah musik Minang modern.
Studio rekamannya, Pitunang Record, menjadi tempat lahirnya banyak musisi muda dan karya baru. Tidak hanya menghasilkan lagu, studio ini juga menjadi ruang belajar dan berkarya bagi talenta-talenta baru. Banyak musisi mengenang almarhum sebagai pembimbing yang hangat, rendah hati, dan selalu memberikan semangat untuk terus berkarya.
Lebih dari Sekadar Musisi
Selain kiprah di dunia musik, almarhum juga memiliki latar belakang akademik dan profesional yang membanggakan. Ia merupakan alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (UNAND) angkatan 1971 dan mengabdi sebagai penyuluh pertanian di BPTP (Badan Penyuluh Pertanian Tanaman Pangan) Sumatera Barat hingga masa pensiun. Dedikasinya di bidang ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat menunjukkan betapa luas kontribusi almarhum, tidak hanya dalam seni, tetapi juga dalam pembangunan masyarakat.
Warisan yang Akan Selalu Hidup
Kepergian Agusli Thaher tentu meninggalkan kekosongan besar di dunia musik Minang. Namun, karya dan jasanya akan terus hidup. Lagu-lagu yang digubahnya tetap diperdengarkan dan dinikmati masyarakat, sementara studio rekamannya menjadi tempat lahirnya musisi-musisi baru yang melanjutkan semangat dan warisan almarhum.
Semoga segala amal dan karya almarhum menjadi inspirasi bagi generasi muda, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Dunia musik Minang mungkin kehilangan seorang maestro, tetapi semangat, karya, dan kebaikan almarhum akan selalu dikenang.
Editor: Teuku Husaini