Padang, Sinyalgonews.com,--Rangkaian peringatan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 yang digelar SMKN 9 Padang berlangsung meriah. Berbagai lomba diadakan, salah satunya lomba “Manggiliang Lado” yang diikuti oleh Pimpinan Redaksi Sinyalgonews.com dan Kepala SMKN 9 Padang serta majelis guru.

Dalam lomba yang berlangsung di halaman SMKN 9 Padang tersebut, masing-masing memperagakan kepandaiannya dalam menggiling cabe. Terlihat Marlim dan Kepala SMKN 9 Padang, Dr, Syamsul Mardan saling berpacu dalam mengulek cabe.
Usai perlombaan, baik Marlim maupun Dr, Syamsul Mardan sama-sama mengklaim kalau dirinya lah yang menang. Akan tetapi dewan juri yang terdiri dari guru-guru SMKN 9 Padang menyatakan lain. Pemenangnya pertama adalah guru SMKN 9 Padang, juara 2 Dr, Syamsul Mardan dan juara ke 3 Pimpinan Redaksi Sinyalgonews.com, Marlim.
“Saya sangat senang bisa ikut berpartisipasi dalam peringatan hari guru di SMKN 9 Padang ini, meski hanya meraih juara 3 akan tetapi saya puas” ujar Marlim usai lomba, Selasa (25/11/2025)
Marlim menerangkan, hari Guru juga mengingatkan kita semua bahwa menjadi guru bukanlah pekerjaan yang mudah. Guru rela berkorban waktu, tenaga, dan pikiran demi kemajuan anak didiknya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita menghormati dan menghargai guru, tidak hanya di Hari Guru saja, tetapi setiap hari.
“Sebagaimana pepatah mengatakan “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”, meskipun tidak selalu mendapatkan penghargaan besar, jasa guru akan selalu dikenang sepanjang masa,” ucapnya.
Sementara Kepala SMKN 9 Padang, Dr, Syamsul Mardan mengatakan peringatan Hari Guru Nasional ini menjadi ajang bagi kita semua untuk mengingatkan kepada semua pihak akan dedikasi dan komitmen tinggi guru yang bekerja keras untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia.
“Guru memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan. Mereka bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendidik karakter, memberikan nasihat, dan menjadi teladan bagi para muridnya. Tanpa guru, kita mungkin tidak akan bisa membaca, menulis, berhitung, atau bahkan bermimpi besar,” ujar Dr, Syamsul Mardan.
(Mat)