Solok, Sinyalgonews.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Solok sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari kembali memicu kerusakan infrastruktur. Satu jembatan utama penghubung Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, putus tersapu derasnya arus sungai. Akibat kejadian ini, sebanyak 56 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di salah satu kawasan permukiman dinyatakan terisolasi total dan tidak dapat melakukan aktivitas keluar-masuk wilayah.
Putusnya jembatan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, ketika debit air sungai meningkat tajam setelah hujan deras yang tidak kunjung reda. Menurut warga, suara gemuruh terdengar sesaat sebelum tiang penyangga jembatan mulai roboh dan akhirnya terputus. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun seluruh aktivitas warga lumpuh. Anak-anak tidak bisa berangkat sekolah, sementara warga yang bekerja ke luar daerah terpaksa tetap tinggal di rumah karena akses sudah terputus sepenuhnya.
Wali Nagari Koto Hilalang, melalui laporan resmi ke Pemerintah Kabupaten Solok, menyatakan bahwa wilayah yang terisolasi bergantung sepenuhnya pada satu jembatan tersebut untuk mobilitas harian. “Ini akses utama. Begitu jembatan putus, seluruh warga di seberang sungai tidak bisa lewat. Untuk sementara kami hanya mengandalkan rakit darurat, tapi itu pun sangat berisiko karena arus masih besar,” jelasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok langsung mengirim tim dari BPBD, Dinas PU, dan perangkat kecamatan untuk melakukan survei cepat ke lokasi. Bupati Solok memerintahkan pembangunan jembatan darurat berupa jembatan Bailey atau jalur alternatif menggunakan rangka besi sementara. Pemasangan akses sementara ditargetkan dapat dilakukan dalam dua hari ke depan, bergantung pada kondisi cuaca dan stabilitas tanah di sekitar bantaran sungai.
Kepala BPBD Kabupaten Solok menjelaskan bahwa tim telah membawa perlengkapan tanggap darurat, termasuk material jembatan darurat, tali pengaman, dan peralatan evakuasi. “Kami prioritaskan dulu membuka akses bagi warga agar tidak terisolasi. Setelah itu baru dilakukan perhitungan teknis untuk pembangunan jembatan permanen,” ujarnya.
Selain pembangunan akses sementara, Pemkab Solok juga menyalurkan bantuan logistik pangan bagi 56 KK terdampak. Bantuan tersebut berupa beras, mie instan, air mineral, minyak goreng, makanan siap saji, serta kebutuhan darurat lainnya. Proses penyaluran dilakukan menggunakan perahu karet lantaran akses darat belum dapat dilewati. Pemerintah nagari bersama para relawan ikut terlibat dalam pendistribusian agar seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa isolasi.
Sejumlah warga mengaku mulai kehabisan stok pangan sejak akses terputus, terlebih intensitas hujan beberapa hari terakhir membuat persediaan mereka menipis. “Kami hanya berharap jembatan cepat diperbaiki karena semua kebutuhan kami dari luar. Semoga bantuan ini bisa bertahan sampai akses dibuka kembali,” ujar salah seorang ibu rumah tangga.
Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan, sesuai peringatan dari BMKG. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor. Sementara itu, proses pembangunan jembatan darurat terus dikebut sebagai prioritas utama agar warga Koto Hilalang dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Editor: TEUKU HUSAINI