Padang , Sinyalgonews.com– Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Forum Kader Bela Negara (FKBN) Sumatera Barat. Kepergian Eddi Aris, suami tercinta dari Ibu Ina Yatul Qubra, Kepala Bakorwil FKBN Sumatera Barat, menjadi kehilangan besar yang dirasakan tidak hanya oleh keluarga inti, tetapi juga oleh seluruh kader FKBN di berbagai daerah.

Atas wafatnya almarhum, Kepala Bakorda FKBN Kota Padang, Mat Afriandi Rajo Sati, S.Pd.I, menyampaikan duka cita yang mendalam disertai doa tulus kepada Allah SWT agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar FKBN Kota Padang, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Bapak Eddi Aris, suami tercinta dari Ibu Ina Yatul Qubra. Kehilangan ini adalah ujian berat, namun kami yakin Allah SWT telah menyiapkan tempat terbaik bagi hamba-Nya yang dipanggil,” ungkap Mat Afriandi dengan penuh haru.
Ia mendoakan agar almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah, seluruh amal ibadahnya diterima, dosa dan khilafnya diampuni, serta kuburnya dilapangkan oleh Allah SWT.
“Semoga Allah SWT menjadikan kubur almarhum sebagai taman dari taman-taman surga, serta mengumpulkannya kelak bersama orang-orang yang beriman dan bertakwa,” lanjutnya.
Tak lupa, Mat Afriandi juga menyampaikan doa khusus bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama Ibu Ina Yatul Qubra, agar diberikan kekuatan iman, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.

“Kami berdoa semoga Allah SWT menguatkan hati Ibu Ina dan keluarga, menggantikan kesedihan ini dengan pahala yang berlipat, serta menjadikan ujian ini sebagai jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya,” tuturnya.
Menurut Mat Afriandi, kepergian almarhum menjadi pengingat bagi seluruh kader FKBN bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, sementara amal kebaikan adalah bekal utama untuk kehidupan akhirat.
Ia juga mengajak seluruh kader FKBN, khususnya di Kota Padang, untuk bersama-sama memanjatkan doa, mengirimkan Al-Fatihah, serta memperkuat solidaritas dan ukhuwah dalam suasana duka ini.
Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan. Semoga keikhlasan dan doa-doa tersebut menjadi penguat bagi keluarga dalam menapaki hari-hari ke depan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
“Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nyalah kita kembali.”
( Red )