Sumbar, Sinyalgonews.com,— Pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat kembali menunjukkan progres signifikan. Pada Senin, 2 Maret 2026, proses pemasangan balok jembatan (erection girder) untuk pembangunan Interchange Lubuk Alung sepanjang ruas Tol Padang–Sicincin di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, telah dilaksanakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI). Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perluasan dan peningkatan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin.
Pemasangan balok jembatan tersebut dilakukan di lahan tol pada KM 18+998 dan terlihat melalui foto udara yang menggambarkan proses pengangkatan dan penempatan balok baja besar yang merupakan struktur utama jembatan interchange. Jembatan ini akan membantu menghubungkan akses lokal dan tol utama, sehingga dapat meningkatkan arus lalu lintas dan konektivitas antarwilayah di Sumbar.
Akibat kegiatan pemasangan balok ini, pihak pelaksana HKI menerapkan rekayasa lalu lintas sementara di lokasi. Rekayasa arus dilaksanakan pada tanggal 2–3 Maret 2026, khususnya di lajur arah Padang menuju Sicincin pada jam operasional 09.00–15.00 WIB. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin keselamatan pekerja dan pengguna jalan tol, sekaligus memperlancar pekerjaan pemasangan struktur jembatan utama tersebut.
Pekerjaan pemasangan balok jembatan adalah bagian dari rangkaian konstruksi yang lebih luas dalam pengembangan Tol Padang–Sicincin yang sudah resmi beroperasi secara fungsional. Tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang bertujuan membuka akses transportasi cepat dari Kota Padang hingga wilayah Sicincin dan nantinya pembangunannya akan tersambung ke Bukittinggi dan rute lainnya di Sumatera. Mengabarkan dari Jambi
Secara teknis, balok jembatan yang dipasang merupakan elemen utama yang akan menopang dek jalan di interchange tersebut. Kegiatan pemasangan struktur besar seperti ini memerlukan peralatan berat, pengaturan lalu lintas yang ketat, serta koordinasi lintas instansi untuk menjamin keselamatan dan kelancaran pekerjaan. Dampak sementara berupa rekayasa arus merupakan langkah mitigasi yang umum diterapkan di proyek-proyek infrastruktur besar agar aktivitas konstruksi tidak mengganggu kelancaran kendaraan secara drastis.
Dengan selesainya pemasangan balok, proyek interchange Lubuk Alung diperkirakan akan melanjutkan tahapan pekerjaan berikutnya yang meliputi penyelesaian struktur atas, perkerasan jalan, dan instalasi utilitas pendukung lainnya. Peningkatan infrastruktur tol ini diharapkan akan mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi barang di wilayah barat Sumatera, yang selama ini masih bergantung pada jalan arteri dua jalur. Mengabarkan dari Jambi
Sebagai catatan, pembangunan tol ini didukung penuh oleh pemerintah pusat dan pelaksana PT Hutama Karya, yang juga tengah mempersiapkan fase berikutnya termasuk rencana pelebaran maupun pembangunan jalur lanjutan di seksi tol lain untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatera.
Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com