Padang, Sinyalgonews.com,— Gelombang kecaman terhadap serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran terus meluas, termasuk di Indonesia. Sejumlah organisasi kemasyarakatan dan tokoh nasional mendesak Presiden Prabowo Subianto mengambil sikap tegas, bahkan mempertimbangkan menarik Indonesia dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang digagas oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Desakan tersebut muncul setelah serangan yang disebut-sebut menargetkan fasilitas strategis Iran memicu ketegangan geopolitik global. Banyak pihak menilai aksi militer itu berpotensi memperluas konflik kawasan dan mengancam stabilitas dunia, termasuk dampaknya terhadap ekonomi dan keamanan internasional.
Di dalam negeri, Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara terbuka mengutuk keras serangan tersebut. MUI menilai tindakan militer itu bertentangan dengan prinsip kedaulatan negara dan perdamaian dunia. Selain mengecam, MUI juga meminta pemerintah Indonesia mengevaluasi keanggotaan dalam BoP karena dianggap tidak lagi sejalan dengan semangat menjaga perdamaian global.
Sikap serupa juga disampaikan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Organisasi keagamaan itu mendorong pemerintah mengambil posisi moral yang jelas dan berdiri di garis terdepan dalam membela nilai-nilai kemanusiaan serta hukum internasional. PGI menilai Indonesia memiliki tanggung jawab historis sebagai negara yang konsisten mendukung kemerdekaan dan perdamaian dunia.
Dari parlemen, sejumlah anggota DPR RI juga meminta pemerintah bersikap lebih tegas. Mereka menekankan bahwa politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif harus diwujudkan dalam langkah konkret, bukan sekadar pernyataan normatif. Evaluasi terhadap partisipasi Indonesia dalam forum-forum internasional, termasuk BoP, dinilai penting untuk menjaga konsistensi prinsip tersebut.
Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan keputusan resmi terkait status Indonesia di Dewan Perdamaian bentukan Trump itu. Namun sumber di lingkungan Istana menyebutkan bahwa Presiden tengah mencermati berbagai masukan dari masyarakat, tokoh agama, dan parlemen sebelum mengambil langkah strategis.
Indonesia selama ini dikenal aktif mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog. Prinsip tersebut juga sejalan dengan Piagam United Nations yang menekankan penyelesaian sengketa secara damai.
Di tengah memanasnya situasi global, publik kini menanti sikap final pemerintah. Apakah Indonesia akan tetap berada dalam Board of Peace atau memilih keluar sebagai bentuk protes politik dan moral, menjadi keputusan penting yang akan menentukan arah diplomasi Indonesia ke depan.
Editor: TEUKU HUSAINI
KUTUK SERANGAN AS–ISRAEL KE IRAN, PRABOWO DIDESAK TARIK INDONESIA DARI DEWAN PERDAMAIAN BENTUKAN TRUMP
Leave a comment
Leave a comment