Padang, Sinyalgonews.com,–Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam acara silaturahmi Muhammadiyah yang mempertemukan dua tokoh penting, Prof. Masri Mansoer dan Buya Gusrizal Gazahar Datuk Palimo Basa. Pertemuan ini menjadi momentum berharga dalam mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun umat yang berkemajuan.
Acara yang berlangsung dalam nuansa kekeluargaan tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, kader Muhammadiyah, hingga generasi muda yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Kehadiran Prof. Masri Mansoer bersama Buya Gusrizal Gazahar Datuk Palimo Basa menjadi sorotan utama, mengingat keduanya dikenal sebagai figur yang memiliki kontribusi besar dalam dakwah dan pembangunan sosial keumatan.
Dalam kesempatan itu, Prof. Masri Mansoer menyampaikan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai fondasi utama dalam memperkuat persatuan umat. Ia menekankan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut adanya kebersamaan dan sinergi antar elemen masyarakat, khususnya dalam lingkungan Muhammadiyah.
“Silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi juga kekuatan strategis dalam membangun kebersamaan. Dengan saling bertemu dan berdialog, kita bisa menyatukan langkah untuk menghadapi berbagai persoalan umat,” ujarnya.
Sementara itu, Buya Gusrizal Gazahar Datuk Palimo Basa juga menyampaikan pesan yang menyejukkan. Ia mengajak seluruh hadirin untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, serta memperkuat peran dakwah yang sejuk dan menyejukkan di tengah masyarakat.
Menurutnya, Muhammadiyah memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dan nilai-nilai agama. Oleh karena itu, sinergi antara ulama, intelektual, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
“Umat Islam harus tampil sebagai solusi, bukan menjadi bagian dari persoalan. Dengan memperkuat ukhuwah dan memperbanyak silaturahmi, kita bisa menghadirkan Islam yang membawa rahmat bagi semua,” tutur Buya Gusrizal.
Interaksi antara kedua tokoh ini terlihat begitu akrab dan penuh rasa saling menghormati. Diskusi yang berlangsung tidak hanya menyentuh persoalan keagamaan, tetapi juga isu-isu sosial, pendidikan, dan tantangan generasi muda di era digital.
Para peserta yang hadir mengaku terinspirasi dengan pertemuan tersebut. Mereka melihat bahwa kolaborasi antara tokoh agama dan intelektual seperti Prof. Masri Mansoer dan Buya Gusrizal Gazahar Datuk Palimo Basa merupakan contoh nyata bagaimana kepemimpinan umat seharusnya berjalan—yakni dengan dialog, kebersamaan, dan visi yang jelas.
Acara silaturahmi ini juga menjadi ajang memperkuat jaringan dan mempererat hubungan antar anggota Muhammadiyah di berbagai tingkatan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dan berkembang.
Di akhir acara, kedua tokoh tersebut saling berjabat tangan dan berfoto bersama, sebagai simbol persatuan dan komitmen untuk terus berkontribusi bagi umat dan bangsa. Momen tersebut menjadi penegas bahwa silaturahmi bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi juga sarana untuk memperkuat tekad dalam menghadapi masa depan.
Silaturahmi Muhammadiyah ini diharapkan menjadi langkah awal dari berbagai kolaborasi positif yang akan terus berlanjut. Dengan semangat kebersamaan yang terjalin, umat diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan dengan lebih kuat, bijak, dan penuh harapan.
Editor: TEUKU HUSAINI Sinyalgonews.com