Oleh: AMRIZAL AN
Editor: TEUKU HUSAINI | Sinyalgonews.com
Dalam rangkaian acara Halal bi Halal MPIK yang digelar di Masjid Jami’ Quwwatul Ummah, Jalan Mustika XII, Perumnas Pegambiran Ampalu, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, kegiatan diawali dengan kata pembukaan yang disampaikan oleh Ketua MPIK, Amrizal An.
Dalam sambutannya, Amrizal An menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengapresiasi kehadiran para jamaah yang turut memeriahkan dan menghidupkan suasana kebersamaan. Ia juga menegaskan pentingnya momentum Halal bi Halal sebagai ajang mempererat silaturahmi serta memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.
Setelah pembukaan, ceramah agama yang disampaikan oleh Buya Drs. H. Khaidir Jumin Imamy menjadi momen yang paling dinantikan oleh para jamaah.

Dengan tutur kata yang lembut, penuh kesejukan, dan sarat makna, Buya Khaidir Jumin Imamy mengajak seluruh hadirin untuk merenungi hakikat kehidupan, pentingnya keikhlasan, serta makna mendalam dari saling memaafkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa Halal bi Halal bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan sebuah ibadah sosial yang memiliki nilai spiritual tinggi. Ia mengingatkan bahwa esensi dari saling memaafkan harus lahir dari hati yang benar-benar bersih, bukan hanya sebatas ucapan di bibir semata.
“Jika hati masih menyimpan dendam, maka Halal bi Halal itu belum sempurna,” ujar beliau dengan penuh penekanan, yang disambut dengan keheningan penuh perenungan dari para jamaah.
Lebih lanjut, Buya juga mengingatkan bahwa manusia adalah tempatnya salah dan khilaf. Oleh karena itu, momentum pasca bulan suci Ramadan harus dijadikan sebagai titik balik untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta mempererat hubungan baik, baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut, beliau turut mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan. Menurutnya, ukhuwah Islamiyah merupakan kekuatan besar umat yang harus dijaga bersama, terlebih dalam kehidupan bermasyarakat saat ini yang diwarnai berbagai tantangan dan dinamika sosial.
Suasana ceramah berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Para hadirin tampak menyimak dengan penuh perhatian, seolah larut dalam setiap nasihat yang disampaikan. Pesan-pesan yang disampaikan tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga menggugah kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, ikhlas, serta rendah hati.
Di akhir ceramah, Buya berharap agar seluruh ilmu yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mendoakan agar seluruh jamaah yang hadir senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, serta kekuatan iman dalam menjalani kehidupan.
Ceramah ini menjadi pengingat bahwa Halal bi Halal bukan hanya tentang tradisi, tetapi juga tentang transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik di hadapan Allah SWT dan sesama manusia. Semoga nilai-nilai yang disampaikan menjadi cahaya yang menerangi setiap langkah kehidupan. Aamiin.