Cisarua, Bogor, Sinyalgonews.com – Founder sekaligus Pemimpin Redaksi Sinyalgonews.com, Marlim, menghadiri peringatan Hari Pers Sedunia (World Press Freedom Day) 2025 yang digelar di kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Sabtu (3/5/2026).
Acara tahunan yang diselenggarakan di bawah naungan UNESCO ini dihadiri ratusan jurnalis, pemimpin redaksi, akademisi, serta organisasi pers dari seluruh Indonesia. Tahun ini mengangkat tema: “Jurnalisme di Tengah Gelombang AI: Menjaga Akal Sehat Publik”.
SINYALGONEWS BAWA SUARA PERS DAERAH
Marlim menegaskan kehadirannya sebagai bentuk komitmen untuk membawa aspirasi pers daerah, khususnya Sumatera Barat, ke forum nasional.
“Pers Minang tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus ikut merumuskan arah masa depan jurnalisme Indonesia,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia juga menyoroti tantangan utama pers saat ini, yakni disrupsi kecerdasan buatan (AI), maraknya hoaks, serta persoalan kesejahteraan jurnalis daerah. “Sinyalgonews.com lahir dari semangat itu. Kita ingin menjadi media yang kritis, berani, tetapi tetap beretika,” tegasnya.
TIGA ISU KRUSIAL DI HARI PERS SEDUNIA 2025
Dalam forum tersebut, setidaknya mengemuka tiga isu utama:
AI dan ruang redaksi – perlunya regulasi agar teknologi tidak menggantikan fungsi jurnalistik.
Kebebasan pers dan kriminalisasi – meningkatnya kasus kekerasan terhadap jurnalis pada 2024–2025 menjadi perhatian serius.
Keberlanjutan media lokal – media daerah dituntut beradaptasi agar tetap bertahan di tengah dominasi platform digital global.
Marlim turut aktif dalam sesi diskusi panel bertajuk “Masa Depan Media Lokal di Era Algoritma”. Ia berbagi pengalaman Sinyalgonews.com dalam mempertahankan eksistensi melalui konten hyperlocal Sumatera Barat dan kolaborasi berbasis komunitas.
KOMITMEN UNTUK SUMATERA BARAT
Usai kegiatan, Marlim menegaskan sejumlah langkah penguatan yang akan dilakukan Sinyalgonews.com, di antaranya:
Cek Fakta Minang untuk melawan hoaks terkait adat, ulayat, dan politik lokal.
Sekolah Jurnalisme Warga untuk melatih masyarakat nagari menulis berita sesuai standar jurnalistik.
Kolaborasi lintas media guna memperkuat penyebaran isu Sumatera Barat di tingkat nasional.
“Hari Pers Sedunia bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat. Jika pers diam, maka ruang publik akan diisi oleh fitnah,” tutupnya.
Acara di Puncak Cisarua juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama antara Dewan Pers, PWI, AJI, dan IJTI terkait perlindungan jurnalis. Hadir pula perwakilan UNESCO Jakarta serta Kementerian Kominfo.
Penulis: Redaksi Sinyalgonews.com
Dokumentasi: Sinyalgonews.com / Teuku Husaini