Padang, Sinyalgonews.com,–Jagat media sosial kembali dipenuhi kabar menyesatkan. Kali ini, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dituding memakai sepatu di dalam Masjid Raya Syekh Khatib Al Minangkabawi. Tuduhan itu patah total setelah fakta di lapangan dibuka terang-benderang: itu hoaks.
Narasi viral yang beredar hanyalah potongan video tanpa konteks—dipelintir, digiring, lalu disebar seolah-olah kebenaran. Padahal, realitasnya jauh berbeda.
Kepala Biro Adpim Pemprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto, yang berada langsung dalam rombongan kunjungan Sabtu (2/5/2026), menegaskan dengan gamblang: tidak ada sepatu di dalam masjid. Yang dikenakan adalah kaus kaki.
Pernyataan ini sekaligus menampar keras narasi liar yang mencoba membangun opini negatif. Lebih jauh, seluruh rombongan Kementerian Pariwisata disebut telah menjaga adab, menghormati kesucian masjid, dan tidak melakukan pelanggaran apa pun.
Namun, seperti pola lama yang berulang, fakta sering kalah cepat dari sensasi. Potongan video pendek dijadikan senjata untuk menggiring persepsi, memancing emosi publik, dan menciptakan kegaduhan yang tak berdasar.
Pemprov Sumbar pun angkat suara, menyayangkan cara-cara tidak sehat dalam menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Publik diingatkan agar tidak menjadi korban sekaligus penyambung lidah hoaks.
Ini bukan sekadar salah paham—ini manipulasi narasi.
Di era digital, satu potongan video bisa menyesatkan ribuan orang jika tidak disertai akal sehat dan verifikasi. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih kritis: jangan telan mentah-mentah, jangan ikut menyebar tanpa fakta.
Kesimpulan:
Tudingan Menpar memakai sepatu di dalam masjid adalah fitnah digital. Fakta yang sebenarnya: hanya menggunakan kaus kaki, dan seluruh kunjungan berlangsung sesuai adab.
Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com