Pesisir Selatan, Sinyalgonews.com,–Gelombang kemarahan masyarakat kembali memuncak. Warga dari sejumlah nagari di wilayah Inderapura, Kabupaten Pesisir Selatan, secara terbuka mengeluarkan ultimatum kepada PT Incasi Raya. Mereka menuntut realisasi hak kebun plasma sebesar 20 persen yang hingga kini dinilai belum dipenuhi.
Aksi yang terekam dalam video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan massa menyuarakan tuntutan dengan nada tegas. Tidak lagi sekadar aspirasi, pernyataan masyarakat telah berubah menjadi tekanan terbuka terhadap perusahaan perkebunan tersebut.
“Jika hak kami tidak dipenuhi, kami siap mengambil langkah lebih tegas,” ujar salah satu perwakilan masyarakat dalam orasi yang disambut sorakan massa.
Konflik antara masyarakat dan perusahaan ini bukan persoalan baru. Sejak beberapa tahun terakhir, tuntutan mengenai kewajiban plasma 20 persen terus disuarakan. Namun, hingga kini belum ada titik temu yang benar-benar menyelesaikan persoalan di lapangan.
Dalam beberapa aksi sebelumnya, masyarakat bahkan sempat melakukan pemblokiran akses menuju area operasional perusahaan sebagai bentuk protes atas lambannya respons terhadap tuntutan mereka.
Situasi ini memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik yang lebih besar. Ultimatum yang dilontarkan masyarakat menjadi sinyal bahwa kesabaran warga mulai mencapai batasnya.
Di sisi lain, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Incasi Raya terkait ultimatum tersebut maupun langkah yang akan diambil untuk meredam ketegangan.
Pengamat menilai, jika persoalan ini tidak segera ditangani secara serius oleh semua pihak, konflik agraria ini berpotensi meluas dan berdampak pada stabilitas sosial di wilayah tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan untuk memfasilitasi penyelesaian yang adil, transparan, dan berpihak pada hak-hak warga.
Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com