Editor : TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com,–Kerusakan parah saluran irigasi di kawasan Bukik Tarapung kini menjadi keluhan utama para petani di Jorong Aua Kuniang. Saluran air yang selama ini menjadi sumber kehidupan sawah masyarakat dilaporkan rusak total dan tidak lagi mampu mengalirkan air ke area pertanian warga. Kondisi tersebut membuat para petani semakin cemas karena terancam gagal tanam bahkan gagal panen pada musim tahun ini.
Warga menyebutkan, kerusakan irigasi sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum ada perbaikan nyata dari pihak terkait. Akibatnya, sawah yang biasanya hijau dan produktif kini mulai mengering. Retakan tanah terlihat di sejumlah petak sawah karena pasokan air terputus total.
Para petani berharap pemerintah daerah segera turun langsung meninjau kondisi tersebut. Mereka menilai persoalan irigasi bukan sekadar masalah teknis, melainkan menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian.
Salah seorang petani di Jorong Aua Kuniang mengatakan bahwa sebelumnya air dari irigasi Bukik Tarapung mampu mengairi sebagian besar sawah masyarakat. Namun sejak saluran rusak, debit air tidak lagi sampai ke lahan pertanian. Petani terpaksa menunggu hujan untuk mempertahankan kelembapan sawah, meski hal itu tentu tidak cukup untuk menunjang kebutuhan tanaman padi.
Kondisi tersebut membuat biaya pertanian semakin meningkat. Sebagian warga mencoba menggunakan pompa air secara mandiri, tetapi tidak semua petani mampu membeli bahan bakar dan peralatan tambahan. Dalam situasi ekonomi yang sulit, kerusakan irigasi menjadi pukulan berat bagi masyarakat tani.
Selain ancaman gagal panen, warga juga khawatir kerusakan ini akan berdampak pada ketahanan pangan masyarakat setempat. Jika sawah tidak dapat digarap secara maksimal, maka produksi padi akan menurun drastis. Hal itu tentu berpengaruh terhadap pendapatan keluarga petani yang selama ini mengandalkan hasil panen sebagai sumber utama penghidupan.
Masyarakat berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi tidak menunggu kerusakan semakin parah. Mereka meminta adanya langkah cepat berupa survei lapangan, pengalokasian anggaran, serta pembangunan kembali saluran irigasi yang rusak. Menurut warga, irigasi merupakan infrastruktur vital yang harus menjadi prioritas perhatian pemerintah.
Beberapa tokoh masyarakat juga menyampaikan keprihatinan atas kondisi tersebut. Mereka menilai sektor pertanian selama ini telah menjadi penopang ekonomi masyarakat nagari. Karena itu, perhatian terhadap fasilitas pendukung pertanian harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
Kerusakan irigasi di Bukik Tarapung disebut bukan hanya menghambat aliran air, tetapi juga mengancam semangat petani untuk terus mengolah sawah mereka. Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa solusi, dikhawatirkan banyak lahan pertanian akan terbengkalai dan masyarakat kehilangan mata pencaharian.
Warga berharap aspirasi mereka dapat didengar oleh pemerintah serta pihak terkait lainnya. Mereka ingin ada kepastian kapan perbaikan dilakukan agar petani tidak terus hidup dalam ketidakpastian menghadapi musim tanam mendatang.
Masyarakat Jorong Aua Kuniang menegaskan bahwa mereka tidak meminta hal yang berlebihan. Mereka hanya ingin saluran irigasi yang menjadi urat nadi pertanian dapat kembali berfungsi normal seperti sebelumnya. Dengan demikian, sawah masyarakat kembali produktif dan kehidupan ekonomi petani bisa kembali stabil.
Kini para petani hanya bisa berharap ada perhatian nyata dari pemerintah sebelum kerusakan semakin meluas. Di tengah panas terik dan sawah yang mulai mengering, harapan masyarakat tetap sama, yakni melihat air kembali mengalir ke lahan pertanian mereka dan menghidupkan kembali denyut ekonomi warga di Jorong Aua Kuniang.