PADANG, Sinyalgonews.com,–Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan terlihat dalam kegiatan penelusuran kawasan Batang Kuranji yang dimulai dari Gunung Nago hingga Batu Busuk, Kota Padang, Minggu pagi. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir mengenai dampak banjir bandang di kawasan aliran Batang Kuranji.
Perjalanan pagi yang menyusuri jalur perbukitan dan kawasan sungai itu diikuti sejumlah tokoh masyarakat serta sahabat lama yang menikmati udara segar sambil berdiskusi ringan mengenai lingkungan, pembangunan daerah, hingga kondisi sosial masyarakat. Jalur dari Gunung Nago menuju Batu Busuk dikenal memiliki panorama alam yang masih asri dengan pepohonan hijau, udara sejuk, serta aliran sungai yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat sekitar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ir. Bambang Istijono, M.Eng, Ir. Zahrul Umar, Dipl. HE, Ir. Amril Taher, ME, serta Ir. Roswandi Zairin, ME. Sejak perjalanan dimulai, suasana penuh kekeluargaan begitu terasa. Sesekali terdengar canda ringan dan cerita pengalaman masa lalu yang membuat perjalanan semakin hangat dan menyenangkan.
Menariknya, kegiatan tersebut juga diikuti oleh lima mahasiswi dari Politeknik Negeri Padang yang tengah melaksanakan penelitian lapangan sebagai bagian dari tugas akhir untuk syarat menyelesaikan pendidikan sarjana mereka. Kehadiran para mahasiswa tersebut menambah nuansa akademik dalam perjalanan yang sebelumnya lebih bernuansa olahraga dan silaturahmi.
Para mahasiswi tersebut melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi Batang Kuranji, terutama berkaitan dengan dampak banjir bandang yang pernah terjadi di kawasan itu. Mereka mempelajari perubahan aliran sungai, kondisi bantaran, sedimentasi, hingga dampak lingkungan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat sekitar. Penelitian lapangan seperti itu dinilai sangat penting karena memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam memahami kondisi di lapangan secara langsung.
Ir. Zahrul Umar menjelaskan bahwa tugas akhir mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan teori di ruang kuliah, tetapi juga harus didukung penelitian lapangan agar hasil kajian lebih akurat dan bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kawasan Batang Kuranji memiliki banyak aspek yang dapat dijadikan bahan penelitian, terutama terkait mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena mahasiswa bisa melihat langsung kondisi sungai dan dampak yang pernah terjadi akibat banjir bandang. Pengalaman lapangan akan memperkuat pemahaman mereka dalam menyusun tugas akhir,” ujarnya di sela perjalanan.
Selain melakukan pengamatan, para mahasiswa juga berdiskusi dengan peserta kegiatan mengenai perubahan kondisi lingkungan di kawasan Kuranji dari tahun ke tahun. Diskusi tersebut mencakup pentingnya menjaga hutan di daerah hulu, mengurangi kerusakan lingkungan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana alam.
Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, rombongan kemudian beristirahat dan makan siang bersama di kawasan Basco Mall, Kota Padang. Suasana santai dan penuh kehangatan tampak saat seluruh peserta menikmati waktu istirahat sambil berbincang ringan mengenai hasil perjalanan pagi tersebut.
Makan siang bersama itu menjadi momen untuk melepas lelah sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antar peserta. Dalam suasana penuh keakraban, pembicaraan tidak hanya mengenai olahraga dan penelitian, tetapi juga menyentuh pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui aktivitas fisik rutin serta menjaga hubungan persahabatan yang harmonis.
Kegiatan jalan pagi menyusuri Batang Kuranji dinilai memiliki banyak manfaat. Selain memberikan kesehatan bagi tubuh, perjalanan menyatu dengan alam juga memberikan ketenangan pikiran dan rasa syukur atas keindahan alam Sumatera Barat yang masih terjaga. Kawasan Gunung Nago hingga Batu Busuk memang dikenal sebagai salah satu lokasi favorit masyarakat untuk berjalan santai maupun berolahraga karena suasananya yang alami dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Bagi para mahasiswa Politeknik Negeri Padang, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan tugas akhir mereka. Pengamatan langsung di lapangan memberikan data dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak banjir bandang serta upaya penanganan lingkungan yang dapat dilakukan di masa mendatang.
Kebersamaan antara tokoh masyarakat, akademisi, dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa olahraga, pendidikan, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Perjalanan pagi yang ditutup dengan makan siang bersama itu meninggalkan kesan mendalam serta menjadi kenangan penuh makna bagi seluruh peserta yang hadir.
Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com