Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com,–Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut “orang desa tidak pakai dolar” memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan. Tidak hanya ekonom dan pengamat, seorang bocah sekolah dasar juga ikut menyuarakan pandangannya terkait dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap kehidupan masyarakat kecil.
Video kritik bocah SD bernama Sabiq itu viral di media sosial setelah ia mempertanyakan logika bahwa masyarakat desa tidak terdampak kenaikan dolar Amerika Serikat. Dalam video tersebut, Sabiq menilai pelemahan rupiah tetap akan memengaruhi kehidupan rakyat kecil karena harga kebutuhan pokok ikut naik.
Pernyataan Prabowo sebelumnya disampaikan dalam sebuah acara di Jawa Timur. Saat menanggapi isu melemahnya rupiah terhadap dolar AS, Prabowo mengatakan bahwa masyarakat desa tidak menggunakan dolar sehingga tidak perlu terlalu khawatir terhadap kenaikan kurs mata uang asing. Ucapan itu kemudian ramai diperbincangkan publik.
Banyak pihak menilai pernyataan tersebut terlalu menyederhanakan persoalan ekonomi nasional. Meski masyarakat desa tidak melakukan transaksi menggunakan dolar secara langsung, dampak kenaikan dolar tetap dirasakan melalui naiknya harga barang kebutuhan sehari-hari.
Ekonom menjelaskan bahwa banyak sektor di Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor. Ketika rupiah melemah, biaya impor meningkat dan akhirnya memicu kenaikan harga pupuk, bahan bakar, pakan ternak, hingga bahan pangan seperti kedelai dan gandum. Kondisi itu membuat masyarakat kecil ikut merasakan tekanan ekonomi.
Kritik juga datang dari berbagai warganet yang menilai bahwa dampak kurs dolar tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar. Kenaikan harga minyak goreng, mi instan, BBM, dan ongkos transportasi menjadi contoh nyata bagaimana pelemahan rupiah dapat memengaruhi kehidupan rakyat di desa maupun kota.
Fenomena viral bocah SD yang mengkritik isu ekonomi tersebut mendapat perhatian luas karena dianggap menunjukkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap kondisi ekonomi nasional. Banyak netizen memuji keberanian dan cara berpikir kritis anak tersebut dalam memahami persoalan yang sedang ramai dibahas masyarakat.
Di tengah polemik itu, pemerintah disebut perlu memberikan penjelasan yang lebih komprehensif kepada masyarakat terkait kondisi ekonomi dan langkah menjaga stabilitas rupiah. Sebab, nilai tukar mata uang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap daya beli rakyat kecil di seluruh daerah Indonesia.