Pasaman Barat , Sinyalgonews.com– Pelayanan sejumlah klinik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat dikabarkan mengalami penghentian operasional sementara pada Rabu (3/6/2026). Kondisi ini membuat banyak pasien yang datang untuk berobat, terutama pengguna BPJS Kesehatan, harus pulang dengan rasa kecewa karena tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana yang diharapkan.

Berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan rumah sakit, penghentian pelayanan tersebut diduga berkaitan dengan persoalan tunjangan dan insentif tenaga medis spesialis yang disebut-sebut belum terbayarkan dalam beberapa bulan terakhir. Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari manajemen RSUD Pasaman Barat mengenai penyebab pasti penghentian layanan maupun kapan pelayanan akan kembali normal.
Sejumlah pasien mengaku terkejut saat mengetahui layanan klinik yang mereka tuju tidak beroperasi. Padahal sebagian besar pasien telah menempuh perjalanan jauh dari berbagai kecamatan di Pasaman Barat untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.
“Saya datang dari daerah yang cukup jauh untuk kontrol penyakit dalam menggunakan BPJS. Setelah sampai di rumah sakit, ternyata pelayanan tidak berjalan seperti biasa. Kami tentu sangat kecewa,” ujar salah seorang pasien.

Keluhan serupa juga disampaikan keluarga pasien yang berharap adanya kepastian informasi dari pihak rumah sakit agar masyarakat tidak dirugikan akibat datang jauh-jauh tanpa memperoleh pelayanan kesehatan.
Sebagai rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Pasaman Barat, RSUD memiliki peran penting dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan dan penerima bantuan pemerintah yang sangat bergantung pada fasilitas kesehatan milik negara tersebut.
Situasi ini memunculkan keprihatinan masyarakat. Mereka berharap pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, serta Kementerian Kesehatan dapat segera turun tangan untuk mencari solusi sehingga pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan normal.
Masyarakat juga meminta adanya perbaikan tata kelola pelayanan kesehatan agar persoalan administratif maupun kesejahteraan tenaga medis tidak sampai berdampak pada pelayanan kepada pasien.
“Kami berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban karena pelayanan kesehatan terganggu,” ungkap salah seorang warga.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak RSUD Pasaman Barat terkait informasi penghentian layanan tersebut, termasuk mengenai dugaan keterlambatan pembayaran tunjangan tenaga medis spesialis. Publik kini menunggu klarifikasi resmi dari pihak rumah sakit dan pemerintah daerah untuk memberikan kepastian kepada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
( Musnil )