Bukittinggi, Sinyalgonews.com,–Direktur Keuangan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, mengungkapkan fakta ilmiah terkait konstruksi Jam Gadang dalam Seminar Internasional bertema “Memperkuat Hubungan Diplomatik Indonesia–Belanda melalui Jembatan Persahabatan Bukittinggi–Amsterdam” yang digelar di Bung Hatta Convention Hall, Bukittinggi.
Dalam forum yang juga memperingati 100 tahun Jam Gadang tersebut, Iskandar menegaskan bahwa ketahanan Jam Gadang selama hampir satu abad bukan disebabkan mitos penggunaan putih telur, melainkan kualitas teknologi konstruksi modern pada masanya.
Ia menyebut berbagai penelitian menunjukkan bahwa Jam Gadang dibangun menggunakan teknologi beton bertulang (reinforced concrete) yang sudah maju pada tahun 1926, lengkap dengan tulangan baja pada struktur kolom, balok, hingga pelat lantai.
“Kehebatan Jam Gadang bukan pada mitos putih telur, tetapi pada kemampuannya bertahan 100 tahun di kawasan seismik aktif. Itu bukti kualitas desain dan material yang luar biasa,” ungkapnya dalam pemaparan.
Lebih lanjut, ia juga merujuk hasil kajian akademik yang menunjukkan kuat tekan beton mencapai sekitar 25 MPa, angka yang dinilai sudah setara bahkan dengan standar konstruksi modern saat ini.
Iskandar menilai, temuan ilmiah tersebut sekaligus membantah sejumlah narasi turun-temurun seperti penggunaan putih telur dalam perekat bangunan maupun anggapan bahwa Jam Gadang merupakan kembaran Big Ben.
Ia menegaskan, kedua menara jam tersebut justru memiliki perbedaan mekanisme dan produsen mesin jam yang berbeda, sehingga tidak memiliki keterkaitan langsung secara teknis.
Menurutnya, sejarah konstruksi Jam Gadang perlu terus diluruskan berdasarkan kajian ilmiah agar tidak hanya bertumpu pada legenda, tetapi juga pada bukti penelitian dan teknologi yang berkembang pada zamannya.
Selain aspek sejarah, ia juga mendorong agar warisan budaya Sumatera Barat dikembangkan sebagai bagian dari wisata berbasis sejarah dan industri, yang menghubungkan Jam Gadang dengan kawasan Sawahlunto, Indarung, dan Teluk Bayur sebagai satu kesatuan narasi peradaban dan industrialisasi daerah.
Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com