Sawahlunto, Sinyalgonews.com,–Kota Sawahlunto menjadi pusat perhatian dunia bela diri di Pulau Sumatera dengan digelarnya Kejuaraan Nasional Wilayah (Kejurnaswil) Shorinji Kempo 2026 memperebutkan Piala Ketua Umum Pengprov Perkemi Sumatera Barat. Kejuaraan tersebut resmi dibuka di Bengkel Utama Silo, Rabu (24/6/2026).
Ajang yang berlangsung selama enam hari, mulai 22 hingga 27 Juni 2026 itu diikuti ratusan kenshi dari berbagai provinsi di Sumatera. Ketua Umum Pengprov Perkemi Sumbar, Bagas Panyusunan Nasution, menyebutkan sebanyak 400 atlet dan 89 ofisial ambil bagian dalam kejuaraan tersebut, dengan total peserta mencapai 515 orang.
Pembukaan Kejurnaswil turut dihadiri Ketua Umum PB Perkemi Laksamana Madya (Purn) Agus Setiadji, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, serta Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra.
Dalam sambutannya, Bagas menegaskan bahwa Kejurnaswil bukan hanya ajang meraih prestasi, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan antarkenshi dan pelatih serta membangun karakter yang menjunjung tinggi sportivitas.
“Kejuaraan ini menjadi bukti perkembangan Shorinji Kempo di Sumatera sekaligus wadah memperkuat persaudaraan dan semangat sportivitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB Perkemi Agus Setiadji mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan di Sawahlunto. Ia menyebut Indonesia saat ini memiliki lebih dari 220 ribu kenshi dan menjadi kekuatan kedua dunia setelah Jepang.
Agus juga mengumumkan sejumlah agenda strategis, termasuk pelaksanaan Campus League atau Liga Kampus pada 6 Desember 2026 yang didukung Djarum Foundation dengan beasiswa prestasi sebesar Rp25 juta bagi peraih medali.
Selain itu, PB Perkemi menetapkan Sumatera Barat sebagai tuan rumah Pra-PON sebelum pelaksanaan PON di Nusa Tenggara Timur. Ia berharap atlet-atlet
Sumbar mampu menorehkan prestasi pada International Taikai atau Kejuaraan Dunia Kempo di Jepang pada 2027 mendatang.
Di sisi lain, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menilai penyelenggaraan Kejurnaswil memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata olahraga (sport tourism) dan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, kehadiran ratusan atlet beserta pendamping membuat tingkat hunian hotel, homestay, hingga fasilitas penginapan lainnya di Sawahlunto meningkat signifikan. Kondisi tersebut turut menggerakkan aktivitas UMKM dan sektor jasa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pengprov Perkemi Sumbar yang telah mempercayakan Sawahlunto sebagai tuan rumah. Kegiatan ini memberikan dampak ekonomi yang sangat positif bagi masyarakat,” kata Riyanda.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah yang membuka kejuaraan secara resmi juga menilai kegiatan olahraga berskala besar mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Sumbar pada triwulan pertama tahun 2026 mencapai 5,02 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka 3,7 persen. Menurutnya, salah satu faktor pendorong adalah meningkatnya konsumsi masyarakat yang dipicu oleh berbagai kegiatan dan kunjungan wisatawan.
Selain berdampak pada ekonomi, Mahyeldi dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menilai pembinaan olahraga menjadi salah satu cara efektif dalam membentuk karakter generasi muda serta menjauhkan mereka dari berbagai perilaku negatif.
Kapolda Sumbar bahkan menyampaikan komitmen untuk memberikan peluang bagi atlet berprestasi melalui jalur talent scouting menuju institusi Polri.
“Bagi atlet yang memiliki prestasi nasional, Insya Allah ke depan akan diberikan kesempatan melalui jalur khusus talent scouting untuk menjadi anggota Polri,” ujar Gatot.
Pada akhir pembukaan, seluruh peserta diingatkan untuk menjunjung tinggi sportivitas, sementara para wasit dan juri diminta menjalankan tugas secara profesional dan adil.
Melalui Kejurnaswil Shorinji Kempo 2026 ini, diharapkan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di antara para kenshi dari berbagai daerah.