Editor: TEUKU HUSAINI
Bukittinggi, Sinyalgonews.com— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Kota Bukittinggi. Seorang siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bukittinggi, Luna Miranda, sukses mengharumkan nama sekolahnya setelah meraih Juara III dalam ajang Cooking Reels Challenge pada event Culinary Creative Fest yang digelar Jurusan Tata Boga Universitas Negeri Jakarta. Kompetisi tersebut berlangsung pada 16 hingga 25 Juni 2026 dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Keberhasilan Luna bukan sekadar membawa pulang penghargaan, tetapi juga menjadi simbol bahwa kreativitas generasi muda Minangkabau mampu mengangkat bahan pangan lokal menjadi karya kuliner modern yang bernilai tinggi.
Dalam kompetisi itu, Luna menghadirkan menu unik bertajuk “Singkong Wellington Rendang: Tradisi Minang dalam Balutan Inovasi Modern.” Sebuah konsep yang memadukan singkong sebagai bahan dasar utama dengan rendang khas Minangkabau, lalu dikemas dalam gaya Wellington yang selama ini dikenal sebagai sajian internasional. Inovasi ini sukses menarik perhatian dewan juri karena dinilai mampu menggabungkan cita rasa tradisional dengan sentuhan modern yang elegan.
Menurut Luna, ide tersebut lahir dari keinginannya untuk membawa makanan khas Minang ke level yang lebih luas tanpa kehilangan identitas budaya. Singkong dipilih karena merupakan bahan pangan lokal yang sederhana, mudah didapat, namun memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sajian premium.
“Singkong itu dekat dengan masyarakat, tapi kalau diolah dengan kreativitas, nilainya bisa sangat tinggi,” ungkap Luna dalam keterangannya.
Guru pembina Tata Boga MAN 2 Bukittinggi, Reni Mardina, mengungkapkan kebanggaannya atas capaian anak didiknya. Ia menyebut Luna sebagai sosok yang tekun, berani bereksperimen, dan memiliki visi kuat dalam mengembangkan kuliner berbasis kearifan lokal.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi dan kreativitas di sekolah mampu melahirkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat nasional.
Ajang Culinary Creative Fest sendiri menjadi wadah penting bagi para pelajar dan mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan memasak sekaligus keterampilan digital storytelling melalui video pendek. Tema besar tahun ini adalah inovasi olahan singkong menjadi makanan modern, sebuah tantangan yang mendorong peserta berpikir kreatif dan inovatif.
Keberhasilan Luna juga menjadi inspirasi bagi siswa lainnya, khususnya di Sumatera Barat, bahwa potensi daerah tidak kalah dengan konsep kuliner luar negeri. Rendang yang telah mendunia dipadukan dengan bahan lokal seperti singkong membuktikan bahwa kekayaan kuliner Minangkabau dapat terus berkembang mengikuti zaman.
Prestasi ini juga memperlihatkan bahwa sekolah berbasis madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu bersaing dalam bidang keterampilan dan inovasi.
Pihak MAN 2 Bukittinggi memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut dan berharap keberhasilan Luna menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik sekolah.
Di tengah arus modernisasi, langkah Luna menjadi pesan kuat bahwa menjaga tradisi tidak berarti menolak perubahan. Sebaliknya, tradisi dapat menjadi fondasi untuk menciptakan sesuatu yang baru, relevan, dan bernilai tinggi.
Luna Miranda telah membuktikan bahwa dari singkong sederhana dan rendang warisan nenek moyang, lahirlah sebuah karya yang bukan hanya lezat, tetapi juga membanggakan. Sebuah bukti bahwa kreativitas anak bangsa mampu mengangkat kekayaan lokal ke panggung nasional.