Editor : TEUKU HUSAINI
Sarilamak, Sinyalgonews.com,–Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (BP2DIM) melaksanakan audiensi dengan Wakil Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, S.H., M.M., di Kantor Wakil Bupati, Sarilamak. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan semangat musyawarah, serta menghasilkan berbagai gagasan strategis yang diharapkan membawa kemaslahatan bagi masyarakat Minangkabau, khususnya Kabupaten Lima Puluh Kota.
Dalam audiensi tersebut, BP2DIM memaparkan visi dan misi perjuangan mewujudkan Daerah Istimewa Minangkabau (DIM) melalui jalur konstitusional dengan menjadikan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Ranah Minang.
Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha menyambut baik berbagai pemikiran yang disampaikan BP2DIM. Menurutnya, setiap upaya yang bertujuan menjaga jati diri Minangkabau, memperkuat adat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat patut diapresiasi sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan mengedepankan persatuan masyarakat.
Salah satu agenda penting yang menjadi pembahasan adalah rencana penyelenggaraan Musyawarah Tungku Tigo Sajarangan yang akan melibatkan unsur Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, Parik Paga Nagari, organisasi kemasyarakatan, pemuda, akademisi, serta lembaga-lembaga adat. Musyawarah tersebut diharapkan menjadi forum bersama untuk memperkuat persatuan masyarakat Minangkabau, memperkokoh implementasi nilai-nilai ABS-SBK, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga kelestarian adat, budaya, dan karakter masyarakat Minangkabau di tengah perkembangan zaman.
Dalam dialog yang berlangsung penuh keakraban tersebut, Wakil Bupati juga menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dilakukan secara bertahap, terencana, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Setiap kebijakan, menurutnya, harus mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan rakyat tanpa mengabaikan nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi identitas daerah.
Selain membahas penguatan adat dan budaya, kedua belah pihak juga mendiskusikan peluang kerja sama antara Kabupaten Lima Puluh Kota dengan Negeri Sembilan, Malaysia, yang memiliki hubungan sejarah, budaya, dan kekerabatan yang sangat erat dengan masyarakat Minangkabau. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan di bidang pendidikan, kebudayaan, ekonomi, investasi, dan pariwisata yang saling menguntungkan.
BP2DIM juga menyampaikan usulan kepada Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota agar menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Implementasi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat. Regulasi tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, pendidikan, kehidupan sosial kemasyarakatan, serta pelestarian adat dan budaya Minangkabau secara berkelanjutan.
Audiensi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat merupakan modal yang sangat penting dalam membangun Minangkabau yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai adat dan ajaran Islam. Semangat musyawarah, persatuan, dan gotong royong diyakini menjadi fondasi utama dalam memperjuangkan kemajuan daerah demi kepentingan seluruh masyarakat Ranah Minang.
Turut hadir dalam audiensi tersebut jajaran pengurus BP2DIM, yaitu:
Anton Pratama – Sekretaris Jenderal BP2DIM.
Zulkifli Dt. Rajo Mangkuto – Ketua I Bidang ABS-SBK.
Buya Nur Ikhwan, Lc. – Ketua Bidang Dakwah.
Afrianis, S.Pd. – Bendahara BP2DIM Kabupaten Lima Puluh Kota.
BP2DIM berharap audiensi ini menjadi awal terbangunnya sinergi yang semakin erat dengan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dalam menjaga marwah adat, memperkuat implementasi ABS-SBK, serta memperjuangkan terwujudnya Daerah Istimewa Minangkabau melalui mekanisme yang konstitusional, demokratis, dan bermartabat. Dengan kebersamaan seluruh unsur masyarakat, cita-cita membangun Minangkabau yang maju, sejahtera, berbudaya, dan berlandaskan nilai-nilai Islam diyakini dapat diwujudkan.
“Basamo Mangko Manjadi. Sahino Samalu, Sakik Sasanang Ditangguang Basamo. Dengan persatuan, musyawarah, dan ikhtiar yang tulus, mari kita wujudkan Daerah Istimewa Minangkabau demi kemajuan Ranah Minang, kejayaan adat, serta kesejahteraan generasi kini dan generasi yang akan datang.”