BATUSANGKAR, Sinyalgonews.com- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar menggelar Forum Group Discussion (FGD) sekaligus evaluasi penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Kabupaten Tanah Datar, Senin (19/1/2026) di depo arsip dinas setempat.
Kegiatan menghadirkan Dr. Inoki Ulma Tiara, S.Sos., M.Pd. sebagai narasumber. Dalam paparan, ia menegaskan arsip adalah kumpulan dokumen dalam format apa pun yang menjadi sumber primer perjalanan organisasi/individu dan disimpan sebagai bukti fungsi, keputusan, serta sejarah kelembagaan.
“Arsip sering terlupakan ketika kondisi tenang. Tapi ketika ada masalah—administrasi, kebijakan, bahkan hukum—arsip justru jadi rujukan paling dicari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengelolaan arsip perlu membedakan arsip dinamis (aktif dipakai dalam pekerjaan harian) dan arsip statis (memiliki nilai kesejarahan dan disimpan jangka panjang). Karena itu, dibutuhkan tata kelola yang konsisten, termasuk penanggung jawab yang jelas di setiap perangkat daerah agar tidak terjadi “putus kendali” saat mutasi pegawai.
Dalam forum tersebut juga dibahas penguatan arsip digital melalui aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi), yang ditetapkan pemerintah sebagai aplikasi umum bidang kearsipan dinamis untuk pengelolaan naskah dinas secara elektronik (surat dinas, nota dinas, undangan, dan sejenisnya). Penguatan implementasi SRIKANDI juga sejalan dengan arah kebijakan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).
Kabid Evawati Zakaria S.Sos menyampaikan, FGD ini menjadi langkah memperkuat budaya tertib arsip sebagai bagian dari akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. Ia menekankan, arsip yang tertata akan mempercepat layanan, memudahkan pengambilan keputusan, dan memperjelas pertanggungjawaban institusi. SRIKANDI sendiri dikembangkan melalui kolaborasi Arsip Nasional Republik Indonesia bersama pemangku kepentingan pemerintah untuk membantu pengelolaan naskah dinas secara elektronik dari hulu ke hilir.