Bukittinggi, Sinyalnews.com,—Pemerintah Kota Bukittinggi memastikan bahwa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 akan tetap berlandaskan identitas lokal, meskipun memasuki era pembangunan yang semakin modern. Hal ini menjadi fokus utama dalam penyusunan program dan kegiatan yang akan dijalankan oleh seluruh perangkat daerah di kota ini.
Wali Kota Bukittinggi menegaskan, pembangunan yang bersifat fisik maupun non-fisik harus tetap mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau. “Kami ingin pembangunan berjalan selaras dengan budaya dan adat istiadat yang telah menjadi identitas Kota Bukittinggi,” ujarnya.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah penguatan sektor pariwisata berbasis budaya. Pemerintah daerah akan menata kawasan wisata agar tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga mampu menjadi sarana edukasi budaya. Program revitalisasi pasar tradisional, festival seni budaya, hingga pelestarian arsitektur tradisional menjadi prioritas.
Di sektor pendidikan, RKPD 2027 menekankan pentingnya integrasi kurikulum lokal. Sekolah-sekolah akan lebih banyak menanamkan nilai-nilai adat Minangkabau melalui pelajaran sejarah, seni, dan bahasa daerah. Kepala Dinas Pendidikan menyebutkan, hal ini penting agar generasi muda memahami akar budaya mereka sekaligus mempersiapkan kompetensi di era global.
Selain itu, sektor ekonomi kreatif menjadi titik perhatian lain. Pemerintah kota mendorong pelaku usaha lokal untuk memanfaatkan kearifan budaya dalam mengembangkan produk unggulan. Misalnya, kerajinan tangan, kuliner khas, dan fesyen tradisional. Dukungan diberikan dalam bentuk pelatihan, promosi, dan akses pasar, agar potensi lokal tidak hanya lestari tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
RKPD 2027 juga mengedepankan prinsip partisipatif. Masyarakat diajak terlibat dalam perencanaan dan pengawasan pelaksanaan program. Forum musyawarah nagari, kelompok budaya, dan organisasi kemasyarakatan menjadi mitra pemerintah untuk memastikan setiap program sesuai kebutuhan dan karakter daerah.
Kepala Bappeda Kota Bukittinggi menyatakan bahwa RKPD 2027 bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi juga komitmen untuk membangun kota yang maju tanpa meninggalkan akar budaya. “Identitas lokal bukan penghalang, melainkan fondasi pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan pendekatan ini, Bukittinggi diharapkan menjadi contoh kota yang berhasil memadukan modernisasi dan pelestarian budaya. RKPD 2027 menjadi bukti nyata bahwa kemajuan tidak harus mengorbankan nilai-nilai lokal, melainkan justru bisa memperkuat jati diri kota yang dikenal dengan julukan Kota Wisata dan Serambi Sumatera Barat.
Editor: TEUKU HUSAINI