Padang, Sinyalgonews.com, – Dalam kata sambutannya Ketua Umum Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Provinsi Sumatera Barat, Boy Hadi Kurniawan, menjelaskan bahwa, Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen dan Remaja Masjid se-Sumatera Barat yang mengusung Tema : Membangun Jiwa Pemimpin dan Gaya Managerial bagi setiap diri Pemuda dan Remaja Masjid ini bertujuan untuk megetahui bagaimana manajemen dan kepemimpinan pada JPRMI Provinsi Sumatera Barat. Kerangka pemecahan masalah yang telah dirumuskan kemudian direalisasikan oleh tim pengabdi JPRMI. Beberapa tindakan dalam upaya merealisasikan pemecahan permasalahan tersebut dilakukan dengan Ceramah dan tanya jawab tentang JPRMI, khususnya pemuda dan remaja masjid. Pelatihan teknis yang dikemas dengan pembahasan Manajemen dan Kepemimpinan dalam JPRMI yang berlangsung di Aula 2 Asrama Haji kota Padang, Minggu 20/10/2024. Pelatihan ini diikuti dan dihadiri oleh 150 peserta dari Pasaman Barat, Pariaman, Sijunjung, dan kota Padang selaku tuan rumah.

“Adapun hasil dalam PELATIHAN ini kita harapkan dapat terwujud Kegiatan manajemen yang sudah dilakukan oleh JPRMI Sumbar antara lain: memakmurkan masjid, pembinaan pemuda dan remaja muslim, kaderiasai umat dan mendukung kegiatan takmir masjid,”ujar Ustadz Boy Hadi.
“Adapun kegiatan memakmurkan masjid yaitu Pengurus JPRMI dapat memberi contoh dengan sering datang ke masjid, menyelenggarakan kegiatan dengan menggunakan masjid sebagai tempat pelaksanaanya, dalam menyelenggarakan kegiatan diselipkan acara shalat berjamaah, pengurus menyusun jadwal piket jaga kantor sekretariat di Masjid,” tegasnya.
Sebagai penutup kata sambutannya, ustadz Boy Hadi menjelasan bahwa, JPRMI yang baru perdana menyelenggarakan PELATIHAN ini bisa menjadi salah satu organisasi sentral yang mewadahi satuan kerja para pemuda dan remaja untuk turut membantu melaksanakan program-program kegiatan di masjid, sehingga dalam hal ini dengan keberadaan remaja masjid menjadi salah satu upaya untuk memakmurkan, meramaikan, dan mensejahterakan masjid dalam ruang lingkup masyarakat sekitar. Terdapat tiga Fase dalam tahap perkembangan JPRMI yang mampu digunakan untuk melakukan upaya pemberdayaan terhadap remaja Islam yaitu:
1.Fase penumbuhan (Pengkaderan),
2.Fase pembinaan (pengolaan) dan
3.Fase pengembangan organisasi (pemberdayaan).
Peran Pemuda dan Remaja Masjid Dalam Dakwah Islam
Selaku Nara Sumber pertama, Drs.Muhidi, MM membahas tentang Peran Pemuda dan Remaja Masjid dalam dakwah Islam.
Ia mengambil urgensi dakwah dari pernyataan Allah SWT yang tersirat dalam QS.16 An-Nahl ayat 125.
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِا لْحِكْمَةِ وَا لْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَا دِلْهُمْ بِا لَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِا لْمُهْتَدِيْنَ (١٢۵)
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.”
Beliau menjelaskan bahwa, ada 3 tantangan dakwah pada masa kini, yaitu : Pengaruh Media Sosial dan Teknologi, Rendahnya literasi (kemauan untuk membaca buku), dan Sekularisme dan Materialisme.
Selanjutnya Drs.Muhidi menjelaskan bahwa dengan terbentuknya JPRMI diharapkan para Pemuda dan Remaja menjadikan Masjid sebagai pusat konsolidasi (QS.9 At-Taubah ayat 18) dan memiliki peran penting dalam strategi dakwah Islam (QS.3 Ali Imran :104), di antaranya:
1.Membina dan pengkaderan generasi muda Islam yang baik.
2.Melaksanakan aktivitas dakwah.
3.Membentuk karakter Islami.
4.Mengembangkan potensi dan kemampuan.
5.Beraktivitas secara mandiri.
6.Membangun organisasi di jalan Allah SWT, berkolaborasi dengan organisasi pemuda lainnya.
7.Berkreasi secara positif dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial dalam dakwah yang efektif.
8.Menyalurkan program daya kreativitas yang tepat dan akurat.
Selain itu, katanya, Masjid juga memiliki peran penting dalam dakwah Islam, di antaranya:
1.Sebagai pusat pendidikan dan penyebaran syiar Islam
2.Sebagai tempat menyelesaikan berbagai persoalan umat
3.Sebagai pusat pemberdayaan masyarakat
4.Sebagai institusi pendidikan, sosial, pemerintahan, dan bahkan administrasi.
Selanjutnya Muhidi menjelaskan,
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara” adalah nasihat Nabi Muhammad SAW yang artinya: Manfaatkan masa mudamu sebelum masa tuamu, Manfaatkan masa sehatmu sebelum masa sakitmu, Manfaatkan masa kayamu sebelum masa kefakiranmu, Manfaatkan masa luangmu sebelum masa sibukmu, Manfaatkan hidupmu sebelum kematianmu.
Nasihat ini bertujuan agar kita dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada sebelum datangnya waktu yang menghalangi untuk beramal. Berikut ini adalah beberapa contoh bagaimana kita dapat memanfaatkan lima perkara tersebut:
1.Di waktu muda, kita dapat melakukan ketaatan dan beramal.
2.Di waktu sehat, kita dapat beramal.
3.Di masa luang, kita dapat memanfaatkan kesempatan untuk mempelajari ilmu agama.
4.Di masa kaya, kita dapat bersedekah dan melakukan ibadah dengan harta.
5.Di masa hidup di dunia saat ini, kita dapat melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan setelah mati.
“Hadits tersebut menggambarkan tentang pemuda dan remaja Masjid sebagai sosok yang memiliki semangat tinggi,”tukasnya.
Beliau mengambil contoh seorang pemuda muslim, yaitu : Muhammad Al-Fatih, merupakan sosok yang sangat menginspirasi bagi umat Islam hingga saat ini. Kepemimpinan dan prestasinya dalam menaklukkan kota Konstantinopel (Istanbul) pada 1453 telah meninggalkan jejak sejarah yang luar biasa dan menjadi kebanggan bagi umat Islam.
Muhidi menjelaskan ada 7 keteladanan Muhammad Al-Fatih yang patut kita teladani selain Nabi Muhammad SAW :
1.Menguasai banyak bahasa
2. Cerdas dan Selalu Ingin Belajar
3. Rajin Beribadah
4. Pemberani
5. Kesabaran dan Ketakwaan
6. Pemimpin yang Adil
7. Keteguhan dan Keyakinan Hati
Narasumber ke-2 via zoom, M.Iqbal mengatakan bahwa, Manajemen masjid bertujuan untuk mengoptimalkan masjid agar fungsinya dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas umat antara lain :
1. Mengatasi permasalahan di Sumatera Barat terutama adalah masalah sumber ekonomi.
2. Pelatihan yang mengarah pada pola pikir peningkatan sumber ekonomi.
3. Menfasilitasi kemakmuran Masjid.
“Untuk mencapai tujuan tersebut, manajemen masjid dapat memanfaatkan faktor-faktor manajemen melalui pendekatan sistem manajemen, yaitu: Planning, Organizing, Actuating, Controlling,” ujar M.Iqbal.
Selanjutnya, M.Iqbal menjelaskan, Manajemen masjid yang dilakukan JPRMI berlandaskan pada nilai-nilai masjid pada zaman Rasulullah SAW. Berikut beberapa program JPRMI, khususnya pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh Pemuda dan Remaja Masjid :
1.Membuka lapangan pekerjaan
2.Menyalurkan ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah)
3.Mengembangkan UMKM.
Berikutnya Narasunber ke-3, Ulyadi,Lc.MA menjelaskan tentang Keutamaan Memakmurkan Masjid, Amal Jariyah dengan Pahala Berlipat Ganda
Ulyadi menegaskan bahwa, Masjid merupakan rumah ibadah, tempat suci untuk sujud dan berserah diri umat muslim kepada Allah SWT.(QS.24 An Nur ayat 36) dan sebagai tanda kebenaran Iman seseorang.(QS.9 At Taubah ayat 18)
Selain dijadikan sebagai tempat beribadah seperti shalat dan berzakat, masjid pun dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi umat. Di antara menuntut ilmu, bermusyawarah, hingga tempat berlindung ketika datangnya musibah.
Karena itu, banyak umat muslim yang berlomba-lomba menyalurkan sedekahnya untuk memakmurkan masjid-masjid di lingkungannya. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Tentunya memakmurkan masjid merupakan amal jariyah yang akan terus mengalir sekalipun orang yang bersangkutan telah wafat. Berikut 5 keutamaan memakmurkan masjid atas dasar ketakwaan.
1. Mendapat rumah di surga
Ketamaan membangun atau memakmurkan masjid, orang yang bersangkutan insya Allah akan mendapatkan rumah di surga-Nya. Seperti yang dikutip dari sebuah hadist berikut
“Barangsiapa membangun sebuah masjid karena Allah walau seukuran sarang (kandang) burung atau lebih kecil dari itu, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di dalam surga.” (HR. Ibnu Majah dan al-Baihaqi).
2. Amal jariyah akan terus mengalir
Sungguh beruntung, mereka yang telah bersikeras membangun dan memakmurkan rumah Allah atas dasar ketakwaan dan ikhlas. Harta yang dibelanjakan di jalan Allah inya Allah akan mendapat balasan yang berlipat baik di dunia maupun sebagai bekal di akhirat.
“Pahala amalan dan kebaikan yang bakal menghampiri seorang mukmin sepeninggalnya, beliau menyebutkan di antaranya (yakni) mushaf yang ia tinggalkan, masjid yang ia bangun, rumah untuk orang yang dalam perjalanan yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, atau sedekah yang ia keluarkan dari hartanya di kala sehat dan hidupnya, maka ia akan bakal menghampirinya sepeninggalnya.” (Sunan Ibni Majah 1/88, no. 242).
3. Mendapat pahala yang berlipat ganda
Dalam sebuah firman Allah disebutkan,
“Perumpamaan (infak yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (Al-Baqarah : 261).
Sekecil apapun kebaikan yang diberikan untuk kebermanfaatan bagi khalayak, maka Allah senantiasa akan membalas kebaikan tersebut dengan pahala yang berlipat ganda.
4. Dilapangkan rezekinya
Setiap makhluk di muka bumi ini telah dijamin rezekinya oleh Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Seperti halnya, burung yang terbarang di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dengan perut yang sudah kenyang.
Begitupun manusia, Allah telah menjamin akan rezeki-Nya di muka bumi ini. Tentunya ada satu hal yang juga pasti bisa melapangkan rezeki yakni dengan bersedekah di jalan-Nya dengan hati yang ikhlas.
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya Rabbku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS.34 Saba’: 39).
5. Menghapus dosa
Ada pepatah mengatakan sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, begitupun dengan amal perbuatan yang dilakukan kita selama di dunia. Semua insan Tuhan berharap, ketika ajal datang semua dosanya diampuni.
Nabi SAW bersabda: “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api“.(HR. At-Tirmidzi).
Agar masjid-masjid di seluruh dunia tetap makmur dan memberikan kenyaman dan rasa aman beribadah bagi jemaahnya maka diperlukan tindakan nyata. Sebagai muslim kita memiliki peran penting berkontribusi mewujudkan harapan ini. Mari makmurkan masjid-masjid di lingkungan kita dengan turut berperan aktif dalam JPRMI, memiliki program sebagai gerakan nyata untuk membangun dan memakmurkan Masjid.
Bangkit untuk Indonesia Emas” dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2024, menekankan pentingnya kontribusi dan peran aktif anak muda dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Anak muda, sebagai generasi penerus, memiliki peran krusial dalam membawa bangsa menuju masa depan yang lebih maju, adil, dan makmur.
Sementara itu Pembina JPRMI Provinsi Sumatera Barat via zoom, H.Mahyeldi Ansharullah,SP sangat mengapresiasi seluruh peserta PELATIHAN. Ia sangat berharap adanya Peran Pemuda dan Remaja Masjid dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2024 yang berdaulat mulai dari sekarang hingga 21 tahun yang akan datang.
Mahyeldi sangat berharap dengan adanya DIKLAT hari ini bisa meningkatkan SUPERTIM JPRMI antar Daerah di 19 Kabupaten dan Kota.
1.Inovasi dan Teknologi.
JPRMI diharapkan menjadi pionir dalam bidang inovasi dan teknologi. Dengan menguasai teknologi modern dan mengembangkan solusi kreatif, mereka dapat membantu meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Start-up dan perusahaan teknologi yang didirikan oleh JPRMI dapat menjadi motor penggerak ekonomi digital Indonesia.
2.Pendidikan dan Keterampilan. Melalui pendidikan yang baik dan peningkatan keterampilan, Pemuda dan Remaja Masjid dapat menjadi tenaga kerja yang kompeten dan berkualitas. Melalui wadah JPRMI, mereka perlu terus belajar dan mengembangkan diri, baik melalui pendidikan formal maupun informal, untuk siap menghadapi tantangan masa depan.
3.Kewirausahaan.
Semangat kewirausahaan di kalangan anak muda dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan berani mengambil resiko dan berinovasi, mereka dapat membangun bisnis yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
4.Partisipasi Sosial dan Politik. Anak muda juga perlu aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik untuk memastikan bahwa suara mereka didengar dan diperhitungkan dalam pengambilan keputusan. Partisipasi aktif dalam organisasi JPRMI dan kegiatan sosial dapat membantu membangun masyarakat yang lebih inklusif dan demokratis.
5.Pelestarian Budaya.
Sebagai penjaga warisan budaya, anak muda memiliki tanggung jawab untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, khususnya di Sumatera Barat. Dengan menghargai dan mengembangkan budaya lokal, kita dapat memperkuat identitas nasional dan meningkatkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.
6.Kesadaran Lingkungan
Anak muda memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Melalui gerakan lingkungan, edukasi, dan tindakan nyata, mereka dapat membantu mengatasi masalah lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui peran-peran ini, diharapkan anak muda dapat menjadi agen perubahan yang signifikan, mendorong Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional dengan tema “Bangkit untuk Indonesia Emas” mengingatkan kita semua akan pentingnya memberdayakan generasi muda untuk mencapai visi besar bangsa di tahun 2045.
Sebagai penutup acara PELATIHAN, Narasumber ke-4 Ustadz H.Boy Hadi Kurniawan memaparkan tentang Sejarah berdirinya JPRMI, Visi dan Misi JPRMI, Kinerja dan Capaian JPRMI, dan bidang strategi JPRMI.
SEJARAH JPRMI
Jaringan Pemuda & Remaja Masjid Indonesia atau JPRMI, bermula dari keinginan aktivis pemuda / remaja masjid untuk bekerja sama diantara mereka, serta bentuk keprihatinan atas kondisi perkembangan institusi pemuda/remaja masjid dewasa ini. Banyak fakta ditemukan, ada organisasi pemuda dan remaja masjid (OPRM) namun tidak ada pengurusnya, ada OPRM punya pengurus tapi tidak mempunyai agenda kegiatan yang jelas, atau ada OPRM namun terjebak pada kegiatan rutin tahunan saja, tanpa tahu kemana akan diarahkan anggotanya.
Dengan latar belakang tersebut, maka pada tanggal 7 Sya’ban 1426 H atau bertepatan dengan tanggal 11 September 2005 M bertempat di Masjid Agung Sunda Kelapa, sekumpulan OPRM melakukan Musyawarah Besar I dan mendeklarasikan pendirian JPRMI, yang dilakukan oleh 36 utusan dari 27 OPRM. Diantara OPRM yang sudah bergabung saat itu adalah RISKA-Menteng Jakarta Pusat, YISC Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan, PRISMA At-Tin Jakarta Timur, MADARIS Islamic Center Jakarta Utara, RISMATA At-Taqwa Kemanggisan Jakarta
Informasi pendirian JPRMI ini menyebar baik melalui media massa karena kiprah pada penolakan Aksi Pornografi dan Pornoaksi yang diselenggarakan oleh JPRMI dan dihadiri oleh sekitar 5000 orang anggota remaja masjid se DKI Jakarta, dan sebaran melalui milis-milis di internet.
Berdasarkan desakan dari daerah-daerah untuk bergabung dengan JPRMI yang sangat tinggi, maka pada tanggal 19 Mei 2006 dideklarasikanlah JPRMI Nasional yang dihadiri oleh utusan dari 30 Propinsi seluruh Indonesia.
Organisasi ini bersifat independent dengan tetap menjunjung tinggi ukhuwah islamiyah dan akhlakul kharimah. Tujuan dari terbentuknya JPRMI ini adalah mensinergikan potensi-potensi pemuda dan remaja masjid untuk memperkuat dakwah Islamiyah, dan menambah pemuda & remaja masjid yang mampu memakmurkan masjid dan melahirkan pemimpin-pemimpin masyarakat dan bangsa yang berbasis kemasjidan.
VISI
Di-shaff terdepan dalam menghusung peradaban islam, melahirkan pemimpin muda berbasis masjid dalam bingkai persatuan ummat
MISI
1.Berupaya dengan keras mengembalikan fungsi masjid sebagai sentral kegiatan ummat.
2.Melahirkan kader-kader muda yang kreatif, mandiri serta berkarakter pemimpin berbasis masjid.
“Beberapa program unggulan Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) di antaranya: Fun Camp, Dapur, Safari Dakwah.
3.Mendorong semua OPRM (Organisasi Pemuda Dan Remaja Masjid) untuk menyatukan visi dan arah perjuangan dalam mewujudkan cita-cita peradaban.
Juga memiliki dua program unggulan lainnya, yakni pembentukan Taruna Siaga Bencana dan pembentukan koordinator teritori untuk memaksimalkan pengurus di daerah,” ujarnya sebagai penutup.(MAH)