Padang, Sinyalgonews.com, Kecewa terhadap keputusan yang diambil pihak sekolah SMAN 12 Padang terhadap penanganan siswa yang kemaren sempat di keluarkan dari sekolah , akhirnya Forum Anak Nagari Nanggalo ( Fanna ) bersama unsur Ninik Mamak Nanggalo datangi Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat beberapa waktu yang lalu guna mendapatkan jalan keluar atas polemik yang terjadi di sekolah tersebut

Ketua Forum Anak Nangari Nanggalo sekaligus ketua Forum Peduli Pendidikan Sunatera Barat Yuldi Effendi Koto mengatakan “ Kami sangat kecewa dengan langkah yang di ambil pihak sekolah terhadap penanganan anak yang bermasalah ini, awalnya memang pihak sekolah menerima kembali anak yang kemaren sempat di keluarkan berdasarkan hasil rapat semua pihak termasuk kapolsek Nanggalo dan Camat dan tokoh masyarakat , tapi disaat anak tersebut mau masuk kembali sekolah, mereka kembali disuruh bikin pernyataan untuk mengakui kesalahan di depan seluruh siswa dan guru , anak itu diminta didampingi orang tua mengakui perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi lagi, atas salah satu persyaratan yang diminta itu, orang tua merasa keberatan karena itu sama saja melakukan pembulian terhadap anak mereka, sehingga berdampak kepada psikologi anak tersebut, oleh karena itu pihak orang tua murid memilih memindahkan saja anak mereka sekolah lain ujar Yuldi Effendi Koto Menjelaskan

Perbuatan sekolah ini bisa dikategorikan Perundungan terhadap siswa kata Yuldi, ngak terbayang bagi saya bagaimana malunya siswa tersebut didepan temannya yang lebih dari seribu orang , pasti mereka menertawakan anak ini, Pada hal kalau kita merujuk kepada hasil Rapat antara Pihak sekolah dengan tokoh Masyarakat serta pihak pemerintahan serta pihak keamanan pada tanggal 25 /10/2024 bahwasanya siswa ini akan diterima kembali sekolah di SMAN 12 Padang dengan syarat dijamin dan dilakukan pembinaan oleh pihak Ninik Mamak nagari Nagari Nanggalo, tapi kenyataannya sewaktu anak itu telah dibina oleh ninik mamak dan diserahkan kembali ke Sekolah, malah sekolah bikin persyaratan lain lagi diluar kesepakatan yang telah ada ujar Yuldi.
Selanjutnya Yuldi menduga, semua skenario atas surat penyataan ini adalah guru BK nya yang berinsial MW, karena kami mendapat laporan bahwa MW mempunyai peran yang aktif terhadap penanganan anak yang bermasalah ini, termasuk MW juga pernah memprovokasi siswa agar mau berdemo untuk menolak kembali siswa yang bermaslah ini, selain itu MW juga sering melakukan kekerasan terhadap siswa, termasuk sering menampar siswa yang melakukan kesalahan, ini diakui MW sendiri ketik rapat dengan undur masyarakat dan pemerintah serta pihak kemamanan
Atas dasar itulah, untuk menetralisir pendidikan di SMAN 12 Padang, maka kami melaporkan kasus ini kedinas Pemdidikan Provinsi Sumatera Barat
Kedatangan Rombongan Anak Nagari Nanggalo bersama Ninik Mamak diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Suryanto, S.Pd, M.Pd. Sekretaris Dinas Pendidikan Sumbar sangat berterima kasih atas peran aktif Anak Nagari Nanggalo dan Ninik Mamak atas perhatiannya terhadap unsur pendidikan khsusunya di Nanggalo, kami terima laporan ini , dan selanjutnya kami akan melakukan pemanggilan terhadap oknum guru dan kepseknya untuk dimintai keterangan, dan selanjutnya kami akan lanjutkan laporan ini ke inspektorat provinsi Sumatera Barat, biar mereka yang akan melakukan audit, dan kalu ternyata terbukti kami akan berikan sanksi kepada oknum guru tersebut ujar Suryanto.
( Mat )