Padang, Sinyalgonews.com,–Riki nama samaran mengeluhkan dirinya sudah menjadi korban jebakan video porno oleh akun X di akun media sosial Facebook. Akibatnya Riki menjadi ATM bagi pelaku. Pelaku mengancam akan memviralkan video tersebut apabila tidak mau mentransfer sejumlah uang mereka inginkan.
Akan tetapi sayangnya Riki tidak mau melaporkan hal ini dikarenakan takut namanya tercemar. Karena Riki tidak mau melaporkan takut namanya tercemar, maka kamipun mulai melakukan eksperimen ingin mengetahui kebenaran cerita Riki tersebut.
Sinyalgonews.com mencoba menelusuri seperti apa yang diceritakan Riki. Kami coba meminta pertemanan dengan salah satu akun Facebook dengan inisial “A” . Gayung pun bersambut, kami pun menjalin hubungan via Facebook kemudian berlanjut ke WhatsApp.
Selang beberapa hari, “A” mengirim video porno dan memancing untuk VC. Tak berapa lama “A” menelpon dan Sinyalgonews.com pun mengangkat vc tersebut. Kemudian “A” meminta untuk VCS, kami pun menyanggupi.
Kemudian hubungan terputus, dan benar saja, tiba-tiba”A” mengirim chat yang isinya minta uang, kalau nggak video akan di viralkan l. “Kamu kirim duit 200 rb untuk aku beli makanan, kalau nggak video aku viralkan” ujarnya. Sinyalgonews.com pun menyanggupi dengan mentransfer uang 100rb.
Besoknya dia minta lagi katanya untuk bayar kos. Sengaja kami ulur waktu ingin tau apakah dia akan mengancam lagi. Ternyata benar, katanya kalau nggak di transfer, video akan viral, tapi kalau di transfer video akan dihapus.
Kami pun menyanggupi dengan mentransfer uang Rp 500rb. Tapi besok nya dia minta lagi dengan alasan, untuk beli makan dan berjanji lagi akan menghapus video. Setelah duit terkirim datang chat dari sebuah no wa yang mengaku dari salah satu media online, yang mengirim video serta persyaratan jika video ingin dihapus.
Dari kejadian diatas ternyata komplotan pemeras lewat ancaman viralkan video memang adanya.
Sinyalgonews.com berencana akan melaporkan kejadian ini ke Polda Sumbar agar korban tidak semakin berjatuhan, agar tidak ada lagi Riki Riki lain yang menjadi korban. Kita berharap dengan adanya kejadian ini, Polda Sumbar segera bertindak dan menangkap pelakunya.
(Marlim)