Padang, Sinyalgonews.com,–Cuaca ekstrem yang melanda pada Sabtu hingga Selasa (22-25/11) telah memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar). Kendati dilaporkan belum ada korban jiwa, namun masyarakat tetap diimbau waspada, mengingat kondisi cuaca eksterm diprediksi akan terus berlangsung hingga sepekan ke depan.
Dari pantauan Sinyalgonews.com, kabupaten Padangpariaman dilanda bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem sejak Sabtu, 22 November 2025 pukul 08.00 WIB hingga kini, 24 November 2025. Bencana ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus hingga kini, sehingga menyebabkan luapan sejumlah sungai besar seperti Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Tapakih, dan Batang Kamumuan.
Sementara, di Kabupaten Agam juga terjadi longsor dibeberapa titik, seperti di Maninjau, Palembayan, dan Malalak. Akibatnya aktifitas warga jadi terganggu akibat dari musibah tersebut.
Begitu juga di Pesisir Selatan, tidak luput dari bencana banjir. Di wilayah nagari Duku Koto XU Tarusan terjadi banjir yang menggenangi jalan raya Padang-Painan. Akibatnya Lalulintas dari Padang menuju Painan dan sebaliknya terputus.
Di Kabupaten Solok juga tak luput dari terjangan banjir dan tanah longsor. Di Nagari Kayu Jao, terjadi bencana tanah longsor yang menyebabkan hubungan transportasi warga jadi terputus.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, sejauh ini dilaporkan ada lima daerah terdampak banjir, longsor, dan angin kencang. Berdasarkan data yang dihimpun BPBD, Kota Padang menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling awal dari cuaca ekstrem.
Angin kencang yang berlangsung sejak akhir pekan lalu menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan mengganggu akses transportasi di beberapa kelurahan di Kecamatan Koto Tangah dan Padang Barat.
“Selain itu, banjir genangan terjadi di Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Nanggalo, pada Minggu (23/11) pukul 04.35 WIB. Meski tidak ada korban jiwa maupun kerusakan berat, BPBD Kota Padang telah melakukan evakuasi warga dan pembersihan material pohon tumbang,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf, Selasa (25/11).
Era Sukma Munaf menghimbau kepada warga Sumbar agar terus meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga seminggu ke depan.
(Marlim)