i
Palupuah, Agam, Sinyalgonews.com – Akses jalan utama Jalan Lintas Bukittinggi-Pasaman terhenti akibat tanah longsor yang menutupi badan jalan di Kelok Jariang, Nagari Nan Limo, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Minggu (14/12/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
Longsoran tanah dan material lainnya menutup sepenuhnya jalur yang menghubungkan Bukittinggi dengan Kabupaten Pasaman tersebut. Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah tidak dapat dilalui. Sejumlah kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga mobil pribadi dan angkutan umum, terpaksa berhenti dan menunggu di lokasi. Para pengendara tampak khawatir dan waswas, terutama karena medan jalan yang sempit dan kondisi longsor yang belum sepenuhnya stabil.
Saksi mata mengatakan, longsoran terjadi mendadak saat hujan sedang mengguyur kawasan tersebut. Material longsor menutupi hampir seluruh badan jalan, sehingga membuat kendaraan tidak bisa bergerak sama sekali. “Kami terjebak di sini sejak lebih dari satu jam. Kondisinya cukup berbahaya karena tanah longsor bisa bertambah,” ujar seorang pengendara mobil yang berada di lokasi.
Warga setempat segera berinisiatif mengamankan lokasi dan membantu pengendara untuk tidak terlalu dekat dengan tebing yang rawan longsor. Mereka juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan aparat terkait untuk meminta alat berat agar segera membersihkan material longsor. Hingga berita ini diturunkan, alat berat masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mengimbau pengendara untuk sementara menghindari jalur Kelok Jariang sampai kondisi benar-benar aman. Petugas juga menyiagakan rambu sementara dan melakukan pemantauan kondisi tanah untuk mencegah longsor susulan.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi pengguna jalan di kawasan rawan longsor, terutama saat musim hujan. Masyarakat diminta waspada dan menyesuaikan perjalanan, sementara pihak berwenang bekerja cepat untuk membuka kembali akses jalan agar lalu lintas kembali normal.
Hingga kini, warga dan pengendara masih menunggu kedatangan alat berat untuk membersihkan material longsor, sembari berharap tidak terjadi longsor susulan.
Editor: Teuku Husain