Pesisir Selatan, Sinyalgonews.com,–Irigasi Nagari Kambang Utara dahulu bernama Nagari Kambang kecamatan Lengayang Pesisir Selatan Sumatera Barat mengairi sekitar 1.100 ha sawah di 4 Kampung Kubang, Lubuksarik, Padang Panjang 1, Padangpanjang 2 sekenagarian Kambang Utara.
Irigasi ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dibuat dengan gotongroyong masyarakat, tahun 1974 program padat karya orde baru membangun proyek irigasi besar air sungai bendungan dan dibuat irigasi modern yang menjadi pusat wisata sampai kini serta aliran dibuat lebar sekitar 6 meter panjang sekitar 7,1 km, saluran airnya di Kampung Lubuksarik bercabang dua sehingga berbentuk Y, sepanjang aliran air dibangun jalan bisa ditempuh dengan mobil.
Kondisi saluran irigasi saat ini kelihatan rawan akan runtuh dikikis oleh sungai di Kampung Kubang, sekiranya banjir dua kali lagi mungkin akan terjun, karena saat ini jaraknya sekitar 15 m dari tepi sungai ke saluran irigasi, posisi subgai yang melengkung sehingga pengikisan tebing sangat gampang terjadi (kita tidak menginginkan itu terjadi).
Pada tanggal 13 Desember 2025 kami sengaja melihat kindisi saat
ini dan mengabadikan kondisi saat ini dengan hp androit. Selama ini kikisan air sungai tak terbendung sejak 15 tahun terakhir. Yang lalu, setidaknya belasan rumah permanen terjun kesungai di Kampung Gantingkubang tersebut, kini air sungai telah mulai menjilat mencari posisi rendahan diselatan titik kordinat N. -1.645209 E. 100.759710 yaitu pada tepi Kampung Lubuksarik paling Utaranya. Bila sekitar 15 meter lagi tidak tecegah runtunya tebing maka air Batang Kambang bilangan terbesar di kabupaten Pesisir Selatan akan menghantam kampung Lubuksarik yang akan meludeskan sawah 2 claster di Tanjungmurun dan Sawah Palakopi / Palokoti tepi bukit Belanda Indah Lubuksarik, akan menghanyutkan kebun rumbia sekitar 5 ha serta tanah kebun masyarakat sekitar 6 ha.
Pemerintah Pesisir Selaran, Propinsi dan Pusat musti strong melakukan tindakan prefentiv / pencegahan sesegera mungkin agar sawah yang dialiri ribuan hektar bisa bercocok tanan seperti sedia kala minimal 2 kali dalam setahun dan tanah kering tak terjun memperkeruh sungai.
Solusinya adalah dengan memasang penahan tebing dari batu / beton sekitar 300 m tepi sungai di Kampung Kubang posisi dari utara keselatan kordinat N. -1.642709 E.100.760979, sampai N. -1.645209 E.100.759715,
Bila ini dilakukan maka insyaallah selamat dan kelestarian pertanian dan perkebunan warga Kambang Utara berlanjut.
Bila tidak sigap pemerintah bertindak mencegah akan terjadi kerugian puluhan milyar tiap sekali musim panen padi
Semoga kita doakan kekhawatiran ini segera teratasi dengan tindakan nyara pemerinrah demi kesejahteraan warga Kambang dan sekitar.
Data diambil dg kameea androit dan GPS Garmin 84.
Penulis Advikat JONAIDI, SH, MH Perantau asal Kambang di kota Medan, ketua IKWAL Sumut, Sekre PKPS Sumut,
Terima kasih.