Padang, Sinyalgonews.com,–Tim Surveyor dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit melakukan survey ke Rumah Sakit Mata Sumatera Barat. Tim yang beranggotakan dr, Elista Yosepha, MARS, FIS.Qua, C.Med dan Ns, Alita Devi, S.Keo, M.Kep, FISQua ini melakukan survey selama dua hari, 8-9 Januari 2026.
Kedatangan tim Surveyor Lembaga Akreditasi Rumah Sakit ini disambut langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Prov Sumatera Barat, dr, Aklima, Direktur Rumah Sakit Mata Sumbar, Ns, Beniara Asmus, S.Kep, M.Kes, Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumbar, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Kepala BKOM dan Pelkes Sumbar, drg, Afando Ekardo, perwakilan BPJS Padang serta pejabat utama serta karyawan Rumah Sakit Mata Sumbar di Aula Rumah Sakit Mata Sumbar jalan Gajah Mada Gunung Pangilun Padang.

Kepala Dinas Kesehatan Prov Sumbar, dr, Aklima dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menilai seberapa jauh rumah sakit mematuhi standar yang ditetapkan. “Kita berharap, survey pada hari ini bukan semata untuk mendapat sertifikat, akan tetapi betu-betul untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat” ucap dr, Aklima, Kamis (8/1/2025).
Sementara Ketua Tim Surveyor Lembaga Akreditasi Rumah Sakit, dr, Elista Yosepha, MARS, FIS.Qua, C.Med mengatakan, akreditasi adalah hal penting yang harus dilakukan oleh rumah sakit agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Karena pada prinsipnya fasilitas pelayanan kesehatan tidak boleh menolak pasien.. “Akreditasi rumah sakit merupakan suatu keharusan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien” ucap dr, Elista.
Lebih lanjut dr, Elista menegaskan, standar akreditasi rumah sakit terdiri atas standar yang dikelompokkan ke dalam: a. kelompok manajemen rumah sakit; b. kelompok pelayanan berfokus pada pasien; c. kelompok sasaran keselamatan pasien; dan d. kelompok program nasional.
Selain itu kata dr, Elista tujuan diadakan survey adalah Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi tenaga kesehatan di rumah sakit.
Sementara Direktur Rumah Mata Sumbar, Ns, Beniara Asmus, S.Kep, M.Kes mengatakan, berubahnya status BKIM menjadi Rumah Sakit Mata Sumbar tidak terlepas dari kerja keras seluruh stakeholder yang ada di Rumah Sakit Mata Sumbar. “Terimakasih untuk semuanya, semoga hasil survey pada hari ini menyatakan Rumah Sakit Mata Sumbar memang layak menjadi Rumah sakit rujukan” ujar Beniara.
Survei akreditasi ini kata Beniara terwujud atas kerjasama seluruh jajaran manajemen dan karyawan Rumah Sakit Sumbar dan merupakan bukti bahwa Rumah Sakit Mata Sumbar terus meningkatkan mutu pelayanan pada masyarakat.
(Marlim)