DHARMASRAYA, Sinyalgonews.com – Sekitar seribuan warga dari Nagari Alahan Nan Tigo dan Nagari Lubuk Besar, Kecamatan Jujuhan, menggelar aksi damai di halaman PT Tidar Kerinci Agung (PT TKA), Senin (12 Januari 2026). Massa menuntut perusahaan segera menyerahkan lahan plasma sawit sesuai ketentuan yang berlaku.
Aksi ini dipicu ketidakpuasan warga terhadap perusahaan yang dianggap belum memenuhi janji memberikan lahan plasma minimal 20% dari total Hak Guna Usaha (HGU) seluas 12.341 hektare. Berdasarkan perhitungan warga, seharusnya PT TKA menyerahkan sekitar 2.468 hektare untuk plasma masyarakat, namun hingga kini belum terealisasi. Warga menilai janji perusahaan yang diberikan saat proses perpanjangan HGU sejak 2021 tidak ditepati.
Selain tuntutan lahan plasma, massa juga menyuarakan keprihatinan terkait dugaan pencemaran lingkungan, termasuk pembuangan limbah sawit yang merusak sungai di sekitar perkebunan. Mereka mendesak perusahaan menghentikan aktivitas yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan.
Dalam aksi ini, warga membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan mereka, serta melakukan orasi menegaskan hak atas plasma sawit. Massa dijaga aparat kepolisian untuk memastikan aksi berlangsung damai.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, hadir dan menegaskan bahwa perusahaan wajib memenuhi kewajiban memberikan lahan plasma sesuai aturan. Pemerintah daerah akan memfasilitasi mediasi antara masyarakat dan PT TKA, serta mengundang pihak kementerian terkait, termasuk ATR/BPN dan Kementan, untuk memastikan hak masyarakat terpenuhi.
Sementara itu, pihak perusahaan menyatakan siap mengikuti proses mediasi dan menegaskan komitmen mereka untuk bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat, meskipun belum ada kepastian waktu penyerahan plasma.
Aksi ini menjadi sorotan publik karena menegaskan pentingnya perlindungan hak masyarakat lokal dalam industri kelapa sawit, yang sering menjadi sumber konflik di berbagai daerah. Warga berharap melalui tekanan dan dialog, perusahaan segera menepati kewajiban plasma agar tidak terjadi ketegangan berkepanjangan.
Mediasi dijadwalkan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, dengan harapan ada kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Warga menekankan bahwa tuntutan ini bukan semata-mata soal ekonomi, tetapi juga keadilan dan keberlanjutan lingkungan di Dharmasraya.
Editor: TEUKU HUSAINI | Sinyalgonews.com