Padang, Sinyalgonews.com,--Banjir bandang yang melanda kota Padang beberapa hari yang lalu menyisakan kerusakan yang berat di SMAN 12 Padang. Akibatnya aktivitas Proses Belajar Mengajar (PBM) jadi terganggu.

“Saat ini ada kelas yang pindah belajar ke tenda, ada yang ke mesjid dan ruang Labor” ujar Kepala SMAN 12 Padang, di ruang kerjanya, Senin (13/1/2026).
Namun, lokasi belajar darurat tersebut dinilai belum ideal karena cuaca panas di Kota Padang yang mengganggu konsentrasi siswa.
“Anak-anak terpaksa belajar di tenda dan mushola. Kalau sudah siang, cuaca sangat panas menyengat sehingga konsentrasi belajar terganggu,” ujarnya.
Banjir bandang terakhir terjadi hingga Jumat (2/1/2026) dan menyebabkan sejumlah sarana pendidikan rusak berat, sehingga menghambat operasional sekolah pada hari-hari awal masuk semester.
Ikhwansyah mengatakan 4 ruang kelas tidak dapat digunakan karena lantainya rusak berat akibat terjangan air dan lumpur.

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Lantai di 4 kelas rusak berat, meja dan kursi banyak yang hanyut,” ujar Ikhwansyah.
Selain ruang kelas, kerusakan signifikan juga terjadi pada laboratorium informatika. Lebih dari 100 unit komputer dilaporkan rusak parah akibat terendam banjir.
Perpustakaan sekolah turut terdampak dengan sekitar 90 persen koleksi buku hancur akibat genangan air dan lumpur.
“Bahkan kami kehilangan lebih dari 100 komputer dan hampir seluruh buku di perpustakaan. Alat olahraga dan laboratorium pun tidak bersisa,” kata matan Kepala SMAN 11 Padang ini.
Pihak sekolah berharap adanya percepatan pemulihan fasilitas agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dan layak bagi seluruh siswa.
(Marlim)