Bukittinggi, Sinyalgonews.com – Kabar menggembirakan datang dari Ranah Minang. Ngarai Sianok resmi diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark (UGGp) tahun 2026. Langkah ini menjadi lompatan besar bagi sektor pariwisata dan konservasi geologi Sumbar menuju panggung dunia.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa proses pengusulan telah memasuki tahap dossier yang dikirim ke Sekretariat UNESCO di Paris.
“Tim ahli geologi, budaya, dan LKAAM sudah bekerja selama dua tahun. Ngarai Sianok sangat layak menjadi warisan dunia. Ini bukan sekadar wisata, tetapi juga harga diri urang Minang,” ujar Mahyeldi saat ditemui di Bukittinggi, Sabtu (2/5/2026).
KENAPA NGARAI SIANOK LAYAK MENJADI UGGp?
Tim pengusul UGGp Sumbar memaparkan lima keunggulan utama Ngarai Sianok:
Geologi kelas dunia
Ngarai Sianok merupakan bagian dari Sesar Semangko sepanjang sekitar 15 km dengan kedalaman mencapai 100 meter. Formasi ini terbentuk sekitar 1,8 juta tahun lalu dan menjadi saksi tumbukan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
Keanekaragaman hayati
Lembah subur di kawasan ngarai menjadi habitat berbagai spesies seperti Rafflesia, monyet ekor panjang, serta lebih dari 120 jenis burung endemik Sumatra.
Jejak budaya Minangkabau
Dikelilingi oleh delapan nagari adat serta situs bersejarah seperti Lobang Jepang dan kawasan Jam Gadang, kawasan ini mencerminkan kuatnya filosofi ABS-SBK dalam kehidupan masyarakat.
Mitigasi bencana
Status UGGp akan memperkuat edukasi kebencanaan, khususnya gempa dan longsor. Ngarai Sianok diproyeksikan sebagai “laboratorium alam” mitigasi bencana.
Ekonomi masyarakat
Jika lolos, kunjungan wisatawan diperkirakan meningkat hingga 300 persen. UMKM, homestay, dan pemandu lokal nagari akan menjadi aktor utama pariwisata berbasis masyarakat.
TAHAPAN MENUJU UNESCO 2026
Kepala Dinas ESDM Sumbar menjelaskan tahapan yang sedang dan akan ditempuh:
2024–2025: Penyusunan dossier dan pemetaan geologi (telah selesai)
Mei 2026: Kunjungan tim asesor UNESCO ke Bukittinggi–Agam
September 2026: Sidang Dewan UGGp di Maroko
Akhir 2026: Pengumuman resmi status geopark dunia
“PR kita sekarang adalah pembenahan sampah, fasilitas toilet, papan informasi, serta sertifikasi ranger nagari. UNESCO sangat menekankan keterlibatan masyarakat,” ujar Rektor Universitas Andalas yang juga Ketua Tim Ahli.
SUARA NAGARI: “JANGAN SAMPAI KAMI JADI PENONTON”
Wali Nagari Sianok Anam Suku, Irfan Dt. Mangkuto Sati, menyambut baik pengusulan tersebut. Namun ia menegaskan pentingnya perlindungan adat dan keterlibatan masyarakat lokal.
“UGGp jangan sampai menggeser adat. Tanah ulayat harus tetap berada dalam kendali ninik mamak. Kami ingin jadi pelaku, bukan penonton pariwisata,” tegasnya.
Sementara itu, LKAAM Sumbar menegaskan bahwa konsep UGGp Ngarai Sianok akan berbasis ABS-SBK. Setiap geosite akan melibatkan juru kunci dari Kerapatan Adat Nagari (KAN), sehingga cerita geologi akan dipadukan dengan kaba Minangkabau.
DAMPAK JIKA LOLOS UGGp
Jika berhasil meraih status UNESCO Global Geopark, sejumlah dampak strategis diproyeksikan:
Branding dunia: Nama Sumbar masuk jaringan geopark global UNESCO
Dana konservasi: Akses pendanaan riset geologi dan budaya internasional
Wisata berkelanjutan: Pengembangan geotourism berbasis pelestarian alam
Penguatan identitas daerah: Pengakuan dunia atas warisan alam dan budaya Minangkabau
Pemerintah Provinsi Sumbar juga menargetkan 50.000 dukungan tanda tangan digital dari masyarakat sebagai bentuk partisipasi publik melalui laman resmi:
Penulis: Teuku Husaini
Editor: Redaksi Sinyalgonews.com