PADANG, Sinyalgonews.com,— Ketua Badan Dapur Nasional (BDN) Provinsi Sumatera Barat, Rosi Herman, menggelar rapat koordinasi bersama para pemegang mandat BPW dan BPD se-Sumbar, Sabtu (4/4/2026), di Kantor BDN Daerah Kota Padang.

Rapat ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memastikan kesiapan pelaksanaan program prioritas nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus wilayah serta para Ketua BPD dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari mandat yang diberikan oleh Ketua Umum BPP-BDN, Drs. Basyaruddin, kepada Rosi Herman untuk memimpin BDN di tingkat provinsi.
Dalam arahannya, Rosi Herman menegaskan bahwa pembentukan struktur organisasi BDN di daerah berjalan cepat dan efektif.
“Dalam waktu kurang lebih dua minggu sejak mandat diberikan, alhamdulillah kepengurusan BPD telah terbentuk di seluruh 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Ini bukti keseriusan kita dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, seluruh kepengurusan BDN secara nasional akan memasuki tahap pelantikan.
“InsyaAllah pelantikan nasional akan dilaksanakan di Palembang dan direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia serta Kepala Badan Gizi Nasional,” tambahnya.
Rosi menekankan bahwa kehadiran BDN di daerah memiliki peran penting dalam menyukseskan program strategis pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG).
“BDN akan menjadi wadah koordinasi pelaksanaan program MBG di daerah, memastikan program ini berjalan optimal di 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat,” jelasnya.
Selain itu, BDN juga mendapat mandat besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional, termasuk pengelolaan lahan produktif.
“Kami mendapat mandat untuk mengelola sekitar 800.000 hektare lahan yang akan didistribusikan ke daerah, minimal 30 hektare per kabupaten/kota. Ini akan dimanfaatkan untuk sektor pertanian dan penguatan pangan,” ungkap Rosi.
BDN Sumbar juga menargetkan kemandirian dalam penyediaan bahan kebutuhan program agar lebih efisien dan berkelanjutan.
“Ke depan kita harapkan BDN di daerah bisa menjadi pusat distribusi pangan dengan harga murah dan terjangkau bagi masyarakat,” katanya.
Untuk itu, Rosi menegaskan bahwa konsolidasi organisasi harus segera dirampungkan agar seluruh program dapat berjalan maksimal.
“Kami targetkan maksimal 15 hari ke depan, seluruh kepengurusan di tingkat kabupaten/kota sudah lengkap dan siap bekerja,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, BDN Sumatera Barat akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah.
“Kami akan bersilaturahmi dengan Gubernur, Kodam, Danlantamal, serta instansi terkait lainnya agar program ini berjalan sinergis dan tepat sasaran,” tutup Rosi.
Dengan konsolidasi yang cepat dan terarah, BDN Sumatera Barat optimistis mampu menjadi motor penggerak dalam menyukseskan program nasional, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat di Ranah Minang.
( Mat )

