Padang, Sinyalgonews.com,–Semangat gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat Minangkabau kembali membuktikan kekuatannya. Di tengah keterbatasan, warga di sejumlah kelurahan di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, menunjukkan bahwa kebersamaan masih menjadi energi utama dalam membangun daerah.
Puluhan warga secara sukarela turun langsung memperbaiki infrastruktur jalan yang sebelumnya rusak parah. Kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial biasa, melainkan gerakan kolektif yang telah menjadi agenda rutin masyarakat. Dengan peralatan sederhana dan semangat kebersamaan, mereka bahu-membahu mulai dari persiapan hingga proses pengecoran jalan.
Keterlibatan PT Semen Padang menjadi faktor penting dalam keberlanjutan kegiatan ini. Perusahaan tersebut memberikan dukungan berupa bantuan semen, yang menjadi material utama dalam pembangunan jalan. Bahkan, bantuan yang telah disalurkan mencapai ratusan zak semen, mempercepat proses perbaikan infrastruktur di lingkungan warga.
Ketua kelompok pemuda setempat menyebutkan bahwa kegiatan gotong royong ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjaga nilai-nilai sosial yang mulai terkikis oleh zaman. “Ini bukan hanya soal jalan, tapi soal kebersamaan dan kepedulian. Kami ingin tradisi ini tetap hidup,” ujarnya.
Sebelumnya, kondisi jalan di wilayah tersebut cukup memprihatinkan dan sering menghambat aktivitas masyarakat. Mobilitas warga terganggu, bahkan berisiko menimbulkan kecelakaan. Melalui gotong royong yang dilakukan secara bertahap setiap pekan, perbaikan kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Dukungan dari PT Semen Padang sendiri merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Perusahaan menilai bahwa wilayah sekitar operasional merupakan bagian yang tidak terpisahkan, sehingga perlu mendapat perhatian khusus, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar.
Sinergi antara masyarakat dan dunia usaha ini menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan tidak harus selalu menunggu intervensi besar dari pemerintah. Ketika rakyat bergerak dan pihak swasta hadir mendukung, maka perubahan bisa terjadi dari bawah—dari lorong-lorong kampung, dari jalan-jalan kecil yang menjadi urat nadi kehidupan warga.
Lebih dari itu, gotong royong yang terus dirawat ini menjadi simbol bahwa nilai adat dan budaya Minangkabau masih kokoh berdiri di tengah arus modernisasi. Sebuah pesan kuat bahwa pembangunan sejati bukan hanya tentang beton dan aspal, tetapi juga tentang persatuan, kepedulian, dan semangat kolektif yang tidak pernah padam.
Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com