Padang Pariaman,Sinyalgonews.com — Dinamika politik tingkat akar rumput di Kabupaten Padang Pariaman kini mencapai titik didih positif seiring bergulirnya tahapan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana).
Sorotan publik secara masif tertuju pada Nagari Balah Aie Utara, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, menyusul munculnya sosok intelektual muda, Muhammad Pajri, S.H, M.Kn, sebagai salah satu kandidat kuat.
Kepastian langkah politik Pajri kian mantap setelah dirinya secara resmi mendapatkan nomor urut 3 dalam prosesi pengundian yang berlangsung khidmat pada Minggu (3/5).
Kehadiran sosok berusia 35 tahun ini dinilai bukan sekadar pelengkap kontestasi, melainkan sebuah antitesis terhadap gaya kepemimpinan konvensional.
Sebagai lulusan Magister Kenotariatan, Pajri membawa amunisi berupa keahlian legal dan manajerial yang dianggap krusial untuk membenahi administrasi pemerintahan di tingkat nagari.
Ia mengusung misi besar untuk melakukan sinkronisasi antara birokrasi modern yang transparan dengan kearifan lokal yang menjadi identitas fundamental masyarakat Minangkabau.
Ketua Panitia Pemilihan Wali Nagari Balah Aie Utara, Afrizal Arif, S.Pd. Tuanku Muda, dalam keterangannya memastikan bahwa seluruh prosedur dijalankan dengan integritas tinggi guna menjamin hak demokrasi warga.
“Kami telah menetapkan empat putra terbaik nagari sebagai calon tetap. Proses pengambilan nomor urut ini menjadi bukti bahwa transparansi adalah harga mati dalam melahirkan pemimpin yang kredibel bagi Balah Aie Utara,” tegas Afrizal Arif saat memberikan pengarahan di lokasi acara.
Bagi Muhammad Pajri, angka 3 yang kini menjadi identitas kampanyenya mengandung filosofi keseimbangan yang mendalam antara regulasi, eksekusi, dan partisipasi publik.
Fokus utamanya adalah mendobrak kekakuan birokrasi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan ekonomi warga di era digital. Ia meyakini bahwa akuntabilitas penggunaan dana desa dan optimalisasi aset nagari adalah kunci utama dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan produktivitas lokal.
“Amanah nomor urut 3 ini merupakan panggilan untuk memperkuat sinergi lintas sektoral. Niat saya jelas mewujudkan pemerintahan nagari yang tidak hanya bersih secara administratif, tetapi juga hadir secara nyata dalam meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat melalui inovasi yang terukur,” ungkap Muhammad Pajri dengan penuh keyakinan.
Kini, harapan akan adanya transformasi kepemimpinan berada di tangan masyarakat Balah Aie Utara. Dengan rekam jejak akademis yang mumpuni dan visi yang berorientasi pada hasil, Pajri dipandang sebagai figur yang mampu menggaransi keberlanjutan pembangunan selama delapan tahun masa jabatan ke depan.
Pilwana kali ini menjadi momentum pembuktian apakah energi muda mampu membawa perubahan substansial bagi kesejahteraan kolektif di nagari tersebut.