SAWAHLUNTO, Sinyalgonews.com,–Suasana meriah mewarnai kegiatan Nagari Creative Hub Desa Sikalang, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Kamis (28/5/2026). Beragam agenda mulai dari festival kuliner, hiburan musik hingga pertunjukan seni tradisional kuda kepang sukses menarik perhatian masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi wadah promosi potensi ekonomi kreatif sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha kuliner, seni budaya dan kreativitas lokal.

Festival kuliner yang digelar menghadirkan aneka makanan khas dan produk UMKM masyarakat Desa Sikalang. Sejumlah pelaku usaha memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pengunjung.
Selain itu, panggung hiburan musik turut memeriahkan acara dengan penampilan sejumlah pengisi acara yang menghibur masyarakat dari berbagai kalangan usia. Antusiasme warga terlihat tinggi mengikuti rangkaian kegiatan sejak siang hingga malam hari.
Tidak kalah menarik, pertunjukan kuda kepang menjadi salah satu atraksi yang paling menyita perhatian pengunjung. Penampilan seni tradisional tersebut menghadirkan nuansa budaya yang kental sekaligus menjadi bentuk pelestarian kesenian rakyat di tengah perkembangan ekonomi kreatif desa.
Kegiatan Nagari Creative Hub Desa Sikalang diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan UMKM, memperluas promosi produk lokal, serta memperkuat identitas budaya daerah.
Melalui kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha kreatif dan pemerintah, Desa Sikalang terus didorong menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi kreatif berbasis nagari di Kota Sawahlunto.
Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah, dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Syukri mengatakan kegiatan Nagari Creative Hub di Desa Sikalang menjadi ruang penting untuk menggabungkan pengembangan ekonomi kreatif dengan pelestarian budaya lokal.
“Kegiatan ini bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi upaya memperkuat identitas budaya daerah melalui seni tradisional, kuliner khas dan kreativitas masyarakat. Kehadiran pertunjukan musik maupun kuda kepang menunjukkan bahwa budaya tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman,” ujar Syukri, Kamis (28/5/2026).
Ia menambahkan, pemerintah daerah mendukung berbagai kegiatan berbasis budaya dan kreativitas masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Kota Sawahlunto.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mampu menjadi wadah bagi pelaku seni, UMKM, serta generasi muda untuk berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal,” katanya.