Editor: TEUKU HUSAINI
Padang, Sinyalgonews.com,–Di kalangan insan Pekerjaan Umum (PU) Sumatera Barat, nama Dr. Ir. H. Fathol Bari, M.Sc., Eng. bukanlah sosok yang asing. Ia dikenal sebagai birokrat teknis yang mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya air, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Ranah Minang. Puluhan tahun pengabdian yang dijalaninya menjadikan Fathol Bari sebagai salah satu figur penting dalam sejarah pembangunan Sumatera Barat.
Fathol Bari lahir dari lingkungan yang menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan dedikasi terhadap pembangunan daerah. Sejak muda, ia menaruh perhatian besar terhadap bidang teknik sipil dan pembangunan infrastruktur. Pilihan tersebut kemudian mengantarkannya menjadi seorang insinyur yang berkiprah dalam berbagai proyek pembangunan strategis di Sumatera Barat. Selama bertugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), ia dikenal memiliki kemampuan teknis yang kuat dan pemahaman mendalam mengenai persoalan infrastruktur daerah.
Karier birokrasinya berkembang secara bertahap. Sebelum dipercaya memimpin organisasi perangkat daerah di tingkat provinsi, Fathol Bari pernah mengabdikan diri dalam berbagai posisi teknis dan manajerial. Pengalamannya yang panjang di lapangan membuatnya memahami secara langsung berbagai tantangan pembangunan, mulai dari jalan, jembatan, irigasi, pengendalian banjir, hingga perlindungan kawasan pesisir. Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika ia dipercaya menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan kariernya adalah ketika menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Barat. Pada masa kepemimpinannya, berbagai program pembangunan infrastruktur terus didorong agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya pembangunan yang berkualitas, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi menjadi salah satu fokus utama. Ia berulang kali menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat. Baginya, setiap rupiah anggaran harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas. Prinsip inilah yang membuatnya dikenal sebagai pemimpin yang tegas namun tetap mengedepankan profesionalisme.
Perjalanan pengabdiannya berlanjut ketika ia dipercaya memimpin Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDA-BK) Provinsi Sumatera Barat. Dalam jabatan ini, Fathol Bari memiliki tanggung jawab besar dalam pengelolaan sumber daya air, pembangunan irigasi, pengendalian banjir, perlindungan pantai, serta pembinaan jasa konstruksi. Berbagai program strategis dilaksanakan untuk mendukung ketahanan air dan pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat.
Sebagai seorang teknokrat, Fathol Bari tidak hanya mengandalkan pengalaman lapangan. Ia juga terus mengembangkan kapasitas akademiknya. Puncaknya terjadi pada tahun 2023 ketika ia berhasil meraih gelar Doktor Teknik Sipil dari Fakultas Teknik Universitas Andalas. Gelar tersebut diperolehnya melalui penelitian mengenai metode optimal dan efisien dalam pembangunan dinding penahan tanah. Penelitian itu lahir dari pengalaman panjangnya menghadapi berbagai persoalan teknis selama bertugas di lapangan.
Keberhasilan meraih gelar doktor di tengah kesibukan memimpin organisasi besar menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Baginya, teori dan praktik harus berjalan beriringan agar pembangunan infrastruktur dapat menghasilkan kualitas terbaik sekaligus efisien dari sisi pembiayaan.
Selain dikenal sebagai birokrat dan akademisi, Fathol Bari juga aktif menanamkan nilai-nilai pengabdian kepada generasi muda insan PU. Dalam berbagai kesempatan, ia mengingatkan pentingnya integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan. Ia menilai bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun masa depan masyarakat.
Pada Juni 2024, setelah puluhan tahun mengabdi kepada bangsa dan daerah, Fathol Bari resmi memasuki masa purna tugas sebagai Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Barat. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya yang telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah. Acara pelepasan yang berlangsung di Auditorium Gubernuran Sumbar menjadi momen penghormatan atas perjalanan panjang seorang abdi negara yang telah menuntaskan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.
Bagi banyak kalangan, khususnya keluarga besar PU dan SDA-BK Sumatera Barat, nama Fathol Bari akan selalu dikenang sebagai sosok pekerja keras yang mengabdikan ilmu, tenaga, dan pikirannya untuk kemajuan daerah. Jejak pengabdiannya tercermin pada berbagai infrastruktur yang berdiri kokoh dan terus dimanfaatkan masyarakat hingga hari ini.
Pengabdian boleh berakhir karena usia pensiun, namun karya dan dedikasi seorang Fathol Bari akan tetap menjadi bagian dari sejarah pembangunan Sumatera Barat. Ia telah menunjukkan bahwa seorang insinyur bukan hanya membangun jalan, jembatan, atau irigasi, tetapi juga membangun harapan dan masa depan masyarakat yang lebih baik.