AGAM, Sinyalgonews.com,–Kampung Pili merupakan salah satu jorong yang berada di Nagari Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam. Kampung ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Minangkabau yang masih mempertahankan adat, budaya, dan nilai kebersamaan hingga saat ini.
Nagari Kubang Putiah sendiri dikenal sebagai salah satu nagari tertua di wilayah Banuhampu. Berdasarkan data pemerintahan nagari, Kubang Putiah terdiri dari 14 jorong, salah satunya adalah Kampung Pili. Selain Kampung Pili, terdapat pula Jorong Balai Bagamba, Gurun Aua, Koto Baru, Kalumpang, Kubu Katapiang, dan beberapa jorong lainnya yang membentuk kesatuan masyarakat nagari.
Secara geografis, Kampung Pili berada di kawasan dataran tinggi yang sejuk di kaki Gunung Marapi. Kondisi alam yang subur membuat sebagian masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan, serta usaha kecil dan menengah yang berkembang di lingkungan nagari. Udara yang sejuk dan panorama alam yang indah menjadi daya tarik tersendiri bagi kawasan ini.
Menurut tambo dan cerita turun-temurun masyarakat Minangkabau, wilayah Kubang Putiah memiliki hubungan erat dengan perkembangan nagari-nagari tua di Luhak Agam. Nama Kubang Putiah sendiri diyakini berasal dari keberadaan pohon kubang yang memiliki bunga berwarna putih di lokasi yang kemudian dijadikan pusat pemerintahan adat pada masa lampau.
Di bidang sosial dan budaya, masyarakat Kampung Pili masih memegang teguh nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Kegiatan keagamaan, musyawarah nagari, gotong royong, hingga tradisi batagak panghulu masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Tradisi tersebut menjadi warisan budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Keberadaan Kampung Pili juga tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Nagari Kubang Putiah yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pembangunan masyarakat. Dengan posisi yang strategis di antara Kota Bukittinggi dan wilayah Agam lainnya, kawasan ini memiliki potensi besar untuk berkembang tanpa meninggalkan identitas budaya Minangkabau yang kuat.
Bagi masyarakat perantau asal Kampung Pili, kampung halaman bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga sumber inspirasi dan kebanggaan. Di tengah perkembangan zaman, Kampung Pili tetap menjadi simbol kebersamaan, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu.
Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com