Editor: TEUKU HUSAINI
Padang, Sinyalgonews.com,–Masyarakat yang biasa melintasi jalur Bungus Teluk Kabung diminta untuk bersiap menghadapi perubahan arus lalu lintas. Mulai Senin, 29 Juni 2026, Jembatan Jeruai yang berada di kawasan Bungus resmi ditutup sementara guna menjalani proses rehabilitasi oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat.
Penutupan jembatan ini dilakukan sebagai langkah penting untuk memastikan keamanan dan kelayakan struktur jembatan yang selama ini menjadi salah satu jalur vital penghubung kawasan selatan Kota Padang. Rehabilitasi tersebut dinilai mendesak agar kondisi jembatan tetap aman digunakan dalam jangka panjang, terutama mengingat tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari.
Sebagai solusi sementara, BPJN telah menyiapkan Jembatan Bailey yang berada di sisi jembatan utama sebagai jalur alternatif. Jembatan sementara itu telah melalui serangkaian uji kelayakan pada pertengahan Juni 2026 dan dinyatakan aman untuk dilalui kendaraan.
Kepala BPJN Sumatera Barat menjelaskan bahwa pengalihan arus ini bertujuan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan tanpa harus menghentikan total akses transportasi di kawasan tersebut. Meski demikian, pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati karena kondisi jalur sementara tentu berbeda dengan jalur utama.
Selama masa rehabilitasi, kendaraan bertonase berat di atas 25 ton tidak diperbolehkan melintas melalui Jembatan Bailey. Kebijakan ini diberlakukan demi menjaga kekuatan konstruksi jembatan sementara sekaligus menghindari risiko kerusakan yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Masyarakat pengguna jalan, khususnya yang melintas dari arah pusat Kota Padang menuju Bungus, Painan, hingga wilayah pesisir selatan, diingatkan agar memperhitungkan waktu perjalanan lebih awal. Potensi perlambatan dan antrean kendaraan diperkirakan akan terjadi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Selain itu, petugas gabungan dari dinas terkait dan kepolisian akan ditempatkan di sekitar lokasi untuk mengatur arus lalu lintas serta membantu pengguna jalan selama masa transisi pengalihan jalur berlangsung. Pengendara juga diminta mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang di sekitar area proyek.
Keberadaan Jembatan Jeruai selama ini memang menjadi titik penting dalam mendukung konektivitas ekonomi masyarakat Bungus Teluk Kabung. Aktivitas distribusi barang, transportasi umum, hingga mobilitas warga sehari-hari sangat bergantung pada akses tersebut.
Dengan adanya rehabilitasi ini, pemerintah berharap infrastruktur jalan di kawasan Bungus dapat lebih kuat, aman, dan mampu melayani kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Meski untuk sementara masyarakat harus menghadapi sedikit ketidaknyamanan, langkah ini dinilai sebagai investasi penting demi keselamatan bersama.
Pemerintah mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap bersabar, menjaga ketertiban, dan mengutamakan keselamatan selama proses pengerjaan berlangsung. Rehabilitasi Jembatan Jeruai diharapkan selesai sesuai target agar arus transportasi kembali normal tanpa hambatan.