Sinyalgonews.comNgalau Gadang — Kekesalan warga Kampuang Ngalau Gadang, Nagari Limau Gadang Kecamatan Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan, tampaknya sudah mencapai puncaknya. Jembatan darurat yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari masyarakat setempat hingga kini tak kunjung diperbaiki. Warga menilai, janji-janji manis yang sempat dilontarkan oleh pihak terkait hanya menjadi angin lalu tanpa adanya realisasi nyata di lapangan.
Awalnya di janjikan tanggal 30 Mai 2026, lalu di janjikan pula pertengahan Juni ini, namun kenyataannya sampai hari ini belum terlihat tanda-tanda akan di perbaiki.
Berdasarkan pantauan, kondisi jembatan darurat tersebut kian memprihatinkan. Konstruksi seadanya yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat kini mulai rapuh dimakan usia dan cuaca. Setiap pengendara yang melintas harus ekstra waspada karena risiko kecelakaan mengintai setiap saat.
Warga Menagih Janji Pemerintah
Menurut salah seorang tokoh masyarakat setempat, sebelum ini sudah beberapa kali ada peninjauan dari pihak berwenang. Berbagai komitmen untuk segera membangun jembatan permanen pun sempat diembuskan, namun hingga pertengahan tahun ini belum ada tanda-tanda alat berat atau material bangunan diturunkan ke lokasi.
”Kami bosan mendengar janji-janji manis setiap kali ada kunjungan. Faktanya, sampai hari ini jembatan kami masih darurat dan berbahaya. Tolong jangan tunggu sampai jatuh korban jiwa baru pemerintah sibuk bertindak,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.
Dampak Nyata Bagi Masyarakat
Keterlambatan perbaikan infrastruktur ini membawa dampak buruk bagi kehidupan warga, di antaranya:
Akses Ekonomi Terhambat: mobil warga banyak yang tak bisa keluar dari Kampuang Ngalau Gadang untuk pembawa hasil bumi dan logistik tidak dapat di lalui dan melintas karena jambatan yang ada pun bisa pula di lalui oleh kendaraan Roda Empat, untuk di lewati kendaraan roda dua saja warga pun takut jembatan akan ambruk.
Ancaman lain Keselamatan: Anak-anak sekolah dan pekerja harus bertaruh nyawa setiap hari saat melewati jembatan yang mulai goyang tersebut.
Biaya Transportasi Membengkak: Sebagian warga terpaksa mengambil rute memutar yang jauh lebih jauh demi keamanan.
Masyarakat Kampuang Ngalau Gadang berharap pihak dinas terkait dan pemerintah daerah segera membuka mata. Mereka tidak butuh lagi sekadar peninjauan atau dokumen perencanaan, melainkan aksi nyata berupa pembangunan fisik jembatan yang layak dan aman.
Wartawan Salman. S.Ag