PADANG, Sinyalgonews.com — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menegaskan komitmennya untuk mengawal secara langsung pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, salah satu proyek infrastruktur strategis nasional yang sangat vital bagi keselamatan dan kelancaran arus transportasi di Sumatera Barat. Proyek ini ditargetkan rampung dan dapat difungsikan sepenuhnya pada tahun 2027.
Andre menyampaikan, pembangunan flyover di kawasan rawan kecelakaan tersebut sudah lama dinantikan masyarakat. Oleh karena itu, ia memastikan tidak ada lagi kendala berarti, terutama terkait pembebasan lahan dan perizinan, yang dapat menghambat progres pembangunan.
“Target kita jelas, flyover Sitinjau Lauik harus tuntas dan fungsional pada 2027. Semua pihak harus bekerja serius, terutama soal pembebasan lahan agar tidak terjadi keterlambatan,” ujar Andre saat meninjau langsung lokasi proyek di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.
Proyek flyover Sitinjau Lauik memiliki nilai investasi mencapai sekitar Rp2,8 triliun dan dikerjakan secara bertahap. Pembangunan ini diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi di jalur ekstrem Sitinjau Lauik, khususnya bagi kendaraan berat.
Dalam pengawalan proyek ini, Andre juga mengapresiasi sinergi lintas lembaga, mulai dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, BPN/ATR, Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, hingga pemerintah daerah. Pendampingan hukum dari Kejati Sumbar dinilai penting agar proyek berjalan sesuai aturan dan terhindar dari persoalan hukum di kemudian hari.
Pihak BPJN Sumbar menyebutkan, selain pembangunan konstruksi utama flyover, proyek ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas keselamatan, seperti lajur penyelamat, penataan jalur tanjakan dan turunan ekstrem, serta rencana pembangunan rest area di titik tertentu untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan.
Untuk lahan masyarakat yang terdampak, proses administrasi dan ganti rugi ditargetkan selesai pada awal 2026, sehingga pekerjaan fisik dapat dipercepat sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Sementara itu, penggunaan kawasan hutan untuk proyek ini telah memperoleh persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Andre Rosiade menegaskan, pembangunan Flyover Sitinjau Lauik bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi keselamatan dan ekonomi bagi Sumatera Barat. Dengan konektivitas yang lebih baik, diharapkan arus logistik semakin lancar dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terdorong secara signifikan.
Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com