PADANG, Sinyalgonews.com,— Inisiatif cepat tanggap ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Nanggalo Aipda Windrizal bersama Babinsa Kelurahan Surau Gadang Pelda Dahrul DM yang mendirikan Posko Penanggulangan Banjir di RT 01, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.

Posko ini dibentuk menyusul banjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa hari lalu dan merendam 15 KK dengan total 50 jiwa, serta 10 rumah yang mengalami kerusakan dan genangan cukup parah di tiga RT (RT 1–3, RW 22).
Menurut Aipda Windrizal, pendirian posko ini lahir dari kebutuhan mendesak melihat masih adanya warga terdampak yang belum tersentuh bantuan, terutama warga di Komplek Kodam bagian belakang.
“Setelah kami telusuri pasca banjir, ternyata ada warga Komplek Kodam yang bagian belakang terkena dampak, tetapi belum terdata. Agar semua warga bisa terakomodir dan bantuan tersalurkan secara teratur, kami bersama Babinsa berinisiatif mendirikan posko ini,” ujarnya.
Inisiatif ini juga mendapat dukungan penuh dari Lurah Surau Gadang, yang memastikan jalur distribusi bantuan berjalan transparan dan tepat sasaran.
Sejak posko beroperasi, berbagai bantuan logistik dari pemerintah, relawan, dan masyarakat berhasil disalurkan lebih tertib. Warga terdampak pun mengaku terbantu karena proses pencatatan menjadi lebih jelas dan terkontrol.
Kendala Besar: Parit ke Batang Kuranji Tersumbat, Rumah Warga Masih Terendam

Meski penyaluran bantuan berjalan baik, persoalan utama pasca banjir justru belum terselesaikan. Hingga hari ini, masih terdapat rumah warga yang terendam akibat parit yang mengalir ke Sungai Batang Kuranji tersumbat tumpukan pasir dan kayu.
Akibatnya, air tidak bisa mengalir keluar dan genangan bertahan hingga berhari-hari.

Pelda Dahrul menuturkan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan pengerukan manual dengan mengerahkan personel dari batalyon, namun pekerjaan belum maksimal karena volume material yang menyumbat sangat besar.
“Kami sudah mengerahkan tenaga dari batalyon untuk membantu pengerukan, tapi tumpukan pasir dan batang kayu pasca banjir terlalu banyak. Kami butuh alat berat untuk menuntaskan masalah ini,” jelasnya.
Menyikapi kondisi tersebut, awak media telah menghubungi Camat Nanggalo Amrizal Rengganis melalui pesan WhatsApp untuk segera menurunkan excavator ke lokasi.
Camat kemudian menyampaikan bahwa permintaan itu akan diusulkan ke Sekretaris Daerah Kota Padang, mengingat penanganan membutuhkan bantuan alat berat dari pemerintah kota.

Warga berharap agar proses pengiriman alat berat tidak berlarut-larut, mengingat beberapa rumah masih terendam hingga hari ini.
Keberadaan posko penanggulangan banjir terbukti sangat membantu warga dalam menerima bantuan secara merata. Namun pekerjaan utama—membersihkan parit yang tertutup material banjir—masih menjadi kunci agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal.
Warga berharap pemerintah kota bergerak cepat agar sisa-sisa banjir tidak menimbulkan dampak lanjutan, termasuk potensi penyakit dan kerusakan rumah lebih parah.
( Mat )
