Padang, Sinyalgonews.com,--Busana karya siswi SMKN 6 Padang tampil di ajang bergengsi Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) di Jakarta. Festival akan berlangsung dari tanggal 7-9 Oktober 2025 di Swiss-Bellin Kemayoran, Complex Spring Hill, jalan Benyamin Suaeb Blok D6 Pademangan Timur Jakarta Utara.
Hanya 5 sekolah yang akan tampil dalam festival bergengsi tersebut, yakni SMKN 6 Padang Sumatera Barat, SMKN 3 Malang, Jawa Timur, SMKN 4 Balikpapan, SMKN 8 Makassar serta SMKS NU Banat Kudus Jawa Tengah.
Kepala SMKN 6 Padang, RDS Deta Mahendra
mengatakan, terpilihnya SMKN 6 Padang untuk mengikuti Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST)
merupakan bukti bahwa SMKN 6 Padang
adalah yang terbaik di antara SMK unggulan lainnya di Sumatera.
Keterlibatan SMKN 6 Padang Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) menunjukkan sinergi nyata antara dunia pendidikan vokasi dan industri fesyen.
Acara yang diinisiasi oleh Kementerian Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah ini memberikan ruang bagi siswa-siswa dari institusi pendidikan mode untuk menunjukkan kompetensi mereka dan bersaing di pasar fesyen internasional.
Deta mengungkapkan rasa gembira yang luar biasa saat ditemui diruang kerjanya, Senin (6/10/2025). “Ini bukan pertama kali kami ikut festival Internasional, bahkan kami juga pergi ke Paris mengikuti festival fashion Internasional disana” ungkap Deta
Dalam festival nanti kata Deta Mahendra, pihaknya akan menampilkan fashion dengan judul “Siti Manggopoh” hasil karya siswi atas nama Miftah Khairani dan Nikmahtul Hasanah dengan Ketua Jurusan Yanti, S.Pd.
Kepada Sinyalgonews.com Yanti menceritakan asal mula dipilihnya nama Siti Manggopoh untuk desainer siswanya. Menurut Yanti, busana ini terinspirasi dari sosok pahlawan perempuan yang berasal dari Minangkabau yaitu Siti Manggopoh yang juga terkenal dengan panggilan singo batino dari Minangkabau. Siti Manggopoh ini sangat berjasa bagi masyarakat Minangkabau khususnya nagari Manggopoh karena Siti Manggopoh berhasil mengalahkan pasukan tentara Belanda saat peperangan.
Selain memiliki sifat yang pemberani, Siti Manggopoh juga memiliki sifat dan perilaku yang anggun, hal ini sesuai dengan petatah petitih Minangkabau yaitu samuik tapojok Indak mati, alu tataruang patah tigo yang artinya perempuan Minangkabau memiliki sifat mempunyai sifat yang lembut dalan bertutur kata dan perilaku serta mempunyai sifat teguh bertindak dalam kebenaran dimana hal ini merupakan jati diri karakter perempuan Minangkabau.
Pada busana ini, desainer memvisualisasikan karakter Siti Manggopoh yang lembut dan teguh atau kuat melalui warna busana yang terdapat crem menjadi simbol lembut dan warna coklat menjadi simbol tegas dan teguh dalam kebenaran yang mana warna tersebut sesuai dengan trend warna yang sedang populer pada saat ini dan busana ini juga terinspirasi dari potongan mode busana tradisional Minangkabau yaitu baju kurung Basiba. Selain itu pada busana ini terdapat hardwork, Embroidery, dan detile beacing yang menjadi simbol wanita cantik dan anggun. Busana ini menggunakan bahan batik dan katun chinos
(Marlim)