Padang, Sinyalgonews.com,— Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, angkat bicara terkait viralnya sebuah video tidak senonoh yang diduga melibatkan tenaga pengajar dari Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Siteba, Kecamatan Nanggalo. Video tersebut memperlihatkan dua pria melakukan aksi tak pantas menyerupai kuda-kudaan yang diduga kuat mengandung unsur LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender).
Dalam keterangannya kepada media, Camat Amrizal secara tegas mengecam perbuatan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan terkutuk yang sangat mencoreng nama baik dunia pendidikan dan marwah masyarakat Nanggalo.
“Perbuatan ini tidak hanya mencoreng institusi pendidikan, tapi juga merusak nama baik Nanggalo secara umum. Ini tindakan amoral dan tidak bisa dibiarkan,” ujar Amrizal.
Ia mendesak pihak Poltekkes Kemenkes Siteba untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara internal, serta memberi sanksi yang tegas kepada oknum yang terlibat.
“Saya minta pimpinan Poltekkes tidak menutup mata. Lakukan penyelidikan internal dan tindak sesuai hukum serta aturan institusi. Jangan dibiarkan berlarut, karena ini menyangkut moral bangsa,” tegasnya.
Akan Gelar Rapat Lintas Unsur: “LGBT Adalah Penyakit Sosial yang Harus Dicegah”
Amrizal juga menyatakan bahwa pihak kecamatan akan segera mengadakan rapat khusus lintas sektor, yang akan melibatkan Kapolsek, Danramil, unsur Ninik Mamak, dan tokoh anak nagari, untuk membahas langkah konkret menghadapi kasus dan fenomena LGBT yang mulai masuk ke ruang-ruang pendidikan dan sosial masyarakat.
“Kasus ini tidak bisa dianggap remeh. LGBT itu penyakit sosial yang bisa menular secara pemikiran dan gaya hidup. Jangan sampai anak keponakan kita terpapar. Kita harus duduk bersama dan membuat langkah pencegahan dari sekarang,” ujar Camat dengan nada serius.
Ia menegaskan bahwa langkah pencegahan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab moral seluruh unsur adat, agama, dan masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Amrizal mengingatkan bahwa lembaga pendidikan harus menjadi tempat pembinaan moral, bukan tempat munculnya perilaku menyimpang.
“Lembaga pendidikan harus menjaga marwahnya. Jangan sampai para pendidik justru menjadi contoh buruk. Mari kita jaga anak-anak bangsa dari pengaruh merusak seperti ini,” tutup Amrizal.
( Mat )